Dia menilai sentimen jangka panjang emas tetap positif, terutama jika ketidakpastian geopolitik terus berlanjut.
Di sisi lain, Christopher Hamilton dari Invesco Ltd. menyebut bahwa berita terkait tarif memang memberi dukungan tipis bagi harga emas.
Namun, faktor tersebut belum cukup kuat untuk mendorong tren kenaikan agresif dalam jangka pendek.
Hamilton menambahkan bahwa suku bunga riil AS yang relatif stabil serta dolar AS yang masih bertahan kuat membuat emas lebih berpotensi bergerak konsolidatif dibanding melonjak tajam dalam waktu dekat.
Baca Juga: Rekomendasi HP Baru Harga Rp 3-6 Jutaan Januari-Februari 2026, RAM Besar dan Kamera 200 MP
Pergerakan Emas Masih Fluktuatif
Jika melihat pergerakan sejak awal tahun, harga emas global memang sangat fluktuatif. Pada akhir Januari, harga sempat melonjak ke atas US$ 5.595 per troi ons akibat gelombang pembelian spekulatif.
Namun awal Februari, harga emas anjlok hingga mendekati US$ 4.400 hanya dalam dua hari perdagangan. Setelah itu, emas perlahan pulih dan kembali menembus level US$ 5.000 sebelum akhirnya terkoreksi hari ini.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar emas saat ini sangat sensitif terhadap sentimen global, baik kebijakan ekonomi AS maupun dinamika geopolitik.
Baca Juga: Ketika Pasar Kripto Tersandung: Bitcoin, Ethereum, dan Kawan-Kawan Kompak Terpeleset
Prospek Harga Emas ke Depan
Sejumlah bank investasi besar seperti Goldman Sachs Group Inc., BNP Paribas, dan Deutsche Bank memperkirakan tren kenaikan harga emas masih akan berlanjut.
Kekhawatiran terhadap independensi bank sentral AS, pergeseran investasi dari obligasi pemerintah, dan meningkatnya ketegangan geopolitik di berbagai kawasan akan mendorong kenaikan hara emas.
Selain itu, Amerika Serikat dikabarkan memiliki kehadiran militer terbesar di Timur Tengah sejak 2003 dan akan melanjutkan pembicaraan mengenai program nuklir Iran dalam waktu dekat.
Meski harga emas dunia hari ini turun ke bawah US$ 5.200 per troi ons, banyak analis menilai koreksi ini lebih bersifat teknikal setelah reli cepat.
Artikel Terkait
4 HP Baru Januari-Februari 2026 di Indonesia, Harga Rp8 Juta-Rp20 Juta
Nasib Investor Emas Antam: Spread Rp219.000 per Gram, Kapan Mulai Cuan?
Ancam Industri Otomotif Lokal, Kadin Minta Presiden Prabowo Batalkan Impor 105 Ribu Mobil Niaga dari India
99 Prosen Produk AS Masuk RI Tanpa Tarif, Ancaman untuk UMKM atau Peluang Emas?
Kolaborasi ANTAM dan Masyarakat Hasilkan Model Pertanian Sirkular Terpadu untuk Ketahanan Pangan dan Penguatan Ekonomi Desa
Rupiah Menguat ke Rp 16.802 per Dolar AS, Isu Tarif Global dan Sinyal The Fed Bayangi Pasar
IHSG Melonjak ke 8.396 pada Penutupan Perdagangan, Ratusan Saham Menguat dan Transaksi Tembus Rp24 Triliun