100 gram: Rp 301.012.000
250 gram: Rp 752.265.000
500 gram: Rp 1.504.320.000
1.000 gram: Rp 3.008.600.000
Semua ukuran kompak mengalami kenaikan sekitar 1,3% hingga 1,35% dibandingkan harga Senin, 23 Februari 2026.
Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam naik menjadi Rp 2.854.000 per gram. Harga buyback ini penting diperhatikan bagi investor yang berencana menjual kembali emasnya.
Baca Juga: Rekomendasi HP Baru Harga Rp 3-6 Jutaan Januari-Februari 2026, RAM Besar dan Kamera 200 MP
Tren 7 Hari Terakhir Menguat
Jika dibandingkan dengan harga sepekan lalu, tepatnya 17 Februari 2026, harga emas Antam hari ini sudah naik Rp 150.000 per gram. Saat itu, harga emas berada di level Rp2.918.000 per gram.
Kenaikan dalam tujuh hari terakhir ini menunjukkan tren bullish cukup kuat. Kondisi ini biasanya dipengaruhi beberapa faktor, seperti harga emas dunia, pergerakan dolar AS, hingga sentimen pasar terhadap aset safe haven.
Emas memang dikenal sebagai instrumen lindung nilai (hedging) ketika ketidakpastian ekonomi meningkat. Tak heran jika setiap kali pasar global bergejolak, harga emas cenderung terdorong naik.
Perbedaan Harga Berdasarkan Ukuran
Satu hal yang perlu dipahami investor, harga per gram emas Antam bisa berbeda tergantung berat batangnya. Semakin kecil ukuran emas, biasanya harga per gram relatif lebih mahal.
Perbedaan ini karena biaya tambahan untuk proses pencetakan, pengemasan, dan distribusi. Itulah sebabnya harga emas ukuran 0,5 gram lebih tinggi dibandingkan emas ukuran 100 gram atau 1 kilogram.
Artikel Terkait
Ancam Industri Otomotif Lokal, Kadin Minta Presiden Prabowo Batalkan Impor 105 Ribu Mobil Niaga dari India
99 Prosen Produk AS Masuk RI Tanpa Tarif, Ancaman untuk UMKM atau Peluang Emas?
Kolaborasi ANTAM dan Masyarakat Hasilkan Model Pertanian Sirkular Terpadu untuk Ketahanan Pangan dan Penguatan Ekonomi Desa
Ketika Pasar Kripto Tersandung: Bitcoin, Ethereum, dan Kawan-Kawan Kompak Terpeleset
Kisah Wahyudin Sukses Mengubah Wajah Kalongliud, Sarjana Akuntansi ini Ubah Lahan Tidur Jadi Pertanian Produktif