Rumah Rp1 miliar
DP: Rp200 juta
Pinjaman: Rp800 juta
Tenor 10 tahun: Rp8,68 juta per bulan
Tenor 15 tahun: Rp6,54 juta per bulan
Tenor 20 tahun: Rp5,50 juta per bulan
Simulasi ini menggunakan asumsi bunga fixed sekitar 5,5%.
Namun, perlu diingat bahwa cicilan bisa naik setelah memasuki masa floating.
Baca Juga: Simulasi KPR Rumah Subsidi 2026 untuk Gaji Rp5–8 Juta, Cicilan dan Syarat Lengkap!
Fixed vs Floating: Jangan Sampai Salah Pilih
Banyak orang tergiur bunga promo rendah, tetapi tidak memahami risiko bunga floating.
Fixed rate berarti bunga tetap selama periode tertentu, biasanya 1–5 tahun.
Floating rate berarti bunga mengikuti kondisi pasar, dan bisa naik atau turun.
Saat ini, bunga floating rata-rata berada di kisaran 11–13%. Artinya, cicilan bisa naik cukup signifikan setelah masa fixed berakhir. Sebagai contoh, cicilan Rp2,7 juta per bulan bisa naik menjadi lebih dari Rp4 juta per bulan.
KPR Syariah Jadi Alternatif Aman
Artikel Terkait
Pemerintah Subsisdi DP Rp4 Juta, Begini Skema dan Syarat Mengajukan KPR Sejahtera FLPP 2026 untuk MBR
Mengenal KPR Subsidi: Pilihan Jenis Rumah, Syarat Pengajuan, dan Bedanya dengan KPR Non-Subsidi
Panduan Lengkapnya Mengajukan KPR Subsidi, Cek Daftar Bank Penyalur FLPP 2026
Tabel Angsuran KPR Bank BUMN 2026: Bunga Rendah, Syarat Mudah
Cicilan KPR Terasa Berat? Ini Panduan Lengkap Take Over KPR 2026 Agar Bunga Lebih Ringan
Daftar Bank dengan Bunga KPR Terendah 2026, Ini Pilihan Paling Menguntungkan Beli Rumah
Hitung KPR 2026 dari Sekarang: Gaji Rp6 Juta Idealnya Cicilan Rumah Berapa?
Bunga KPR Bisa Naik-Turun? Kenali Cara Kerja Bunga Floating Sebelum Ajukan Kredit Rumah