Bitcoin Anjlok ke USD 70.000, Sinyal Bear Market Baru? Begini Kata Analis

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Jumat, 6 Februari 2026 | 21:04 WIB
Bitcoin Anjlok ke USD 70.000, Sinyal Bear Market Baru? Begini Kata Analis. (Pexels)
Bitcoin Anjlok ke USD 70.000, Sinyal Bear Market Baru? Begini Kata Analis. (Pexels)

Menurut Burry, Bitcoin belum mampu membuktikan sebagai aset pelindung nilai seperti emas. Dia menilai Bitcoin tidak memiliki penggunaan organik yang kuat untuk menopang harga dalam kondisi pasar bearish.

Burry bahkan memperingatkan potensi skenario terburuk jika harga Bitcoin turun ke USD 50.000, termasuk kebangkrutan perusahaan penambangan kripto besar.

Kemudian terjadinya krisis likuiditas di pasar derivatif kripto, serta hilangnya kepercayaan investor institusional. Jika skenario ini terjadi, dampaknya bisa meluas ke seluruh ekosistem kripto global.

Baca Juga: Mana Lebih Untung, Investasi Emas atau Saham? Ini Plus Minusnya, Jangan Salah Pilih! 

Perusahaan Besar Mulai Terdampak Penurunan Bitcoin

Penurunan harga Bitcoin tidak hanya berdampak pada investor individu, tapi juga perusahaan besar yang menyimpan Bitcoin dalam jumlah besar.

Salah satu contoh paling mencolok adalah perusahaan Strategy yang dipimpin Michael Saylor. Perusahaan ini membeli Bitcoin dengan harga rata-rata sekitar USD 76.000.

Kini, dengan harga Bitcoin berada di bawah level tersebut, kerugian Strategy dilaporkan mencapai USD 17,44 miliar dalam satu kuartal.

Sementara itu, kapitalisasi pasar perusahaan itu anjlok dari USD 128 miliar menjadi USD 40 miliar. Penurunan lebih dari 60 persen ini menunjukkan besarnya dampak volatilitas Bitcoin terhadap perusahaan publik.

Baca Juga: Wajib Tahu! Panduan Investasi Bitcoin untuk Pemula Agar Nggak Boncos

Altcoin Ikut Terpukul, Ethereum Juga Melemah

Penurunan Bitcoin juga memicu efek domino ke seluruh pasar kripto. Ethereum, cryptocurrency terbesar kedua di dunia, turut melemah dan jatuh di bawah level psikologis USD 2.600.

Sebagian besar altcoin mengalami koreksi antara 20 persen hingga 40 persen, terutama setelah keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) pada Januari 2026.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar kripto secara keseluruhan sedang mengalami tekanan besar. Lantas apakah Bitcoin akan turun lebih dalam?

Secara historis, Bitcoin dikenal memiliki siklus naik dan turun yang ekstrem. Penurunan besar bukan hal baru dalam dunia kripto.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X