Tahun 4–6: bunga naik ke kisaran 7–8 persen
Tahun 7 hingga akhir tenor: bunga meningkat lagi atau masuk ke bunga floating
Setiap perubahan bunga akan memengaruhi besaran cicilan bulanan. Di awal, cicilan terasa ringan. Namun, cicilan akan meningkat sesuai kenaikan bunga yang telah disepakati.
Karena itu, meski tampak menguntungkan di awal, KPR bunga berjenjang menuntut perencanaan keuangan jangka panjang yang matang.
Baca Juga: Rekomendasi Kartu Kredit Digital Terbaik 2026, Praktis, Transaksi Tanpa Ribet di Era Serba Online
Perbedaan KPR Bunga Berjenjang, Fixed, dan Floating
Agar lebih mudah dipahami, berikut gambaran perbandingan tiga jenis suku bunga KPR yang umum di Indonesia:
Bunga Tetap (Fixed)
Cocok bagi nasabah yang ingin cicilan stabil. Namun, bunga awal biasanya lebih tinggi dan kurang fleksibel.
Bunga Berjenjang
Menawarkan cicilan awal lebih ringan dengan kenaikan bertahap. Ideal bagi nasabah yang memprediksi penghasilan akan meningkat.
Bunga Mengambang (Floating)
Mengikuti kondisi pasar. Cicilan bisa turun atau naik sewaktu-waktu, sehingga risikonya lebih tinggi.
Pemilihan skema sebaiknya disesuaikan dengan profil risiko dan kondisi keuangan masing-masing nasabah.
Contoh Produk KPR Bunga Berjenjang di Indonesia
Artikel Terkait
Cara KPR Cepat Lunas dengan Angsuran Ekstra, Simak 5 Tips Ini!!
BRI Tebar Ragam Promo Diskon Spesial hingga Suku Bunga KPR Spesial 1,30% di HUT ke-130
KPR Bunga Terendah 2026: Daftar Bank, Simulasi Cicilan, dan Tips Lolos Kredit
Sebelum Ajukan KPR, Ini Cara Cek BI Checking Terbaru agar Pengajuan Lancar
Simulasi KPR Bunga Terendah 2026: Perbandingan Bank, dan Cara Hitung Cicilan
Punya Gaji Rp 5–8 Juta? Ini Simulasi Cicilan KPR Subsidi FLPP 2026 yang Perlu Diketahui
Panduan Lengkap Mengajukan KPR Subsidi 2026, Berapa Syarat Minimal Gaji?
KPR Syariah vs KPR Konvensional, Mana yang Lebih Menguntungkan?