Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa pemerintah akan mengadakan rapat khusus membahas utang proyek Whoosh yang kini tercatat mencapai sekitar Rp116 triliun.
Danantara, superholding BUMN yang menaungi proyek KCJB, saat ini tengah mengkaji opsi restrukturisasi pinjaman agar beban pembiayaan bisa lebih ringan.
Baca Juga: Mahfud MD: KPK Bisa Panggil Jokowi Terkait Dugaan Kejanggalan Proyek Kereta Cepat Whoosh
Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pembayaran utang proyek KCJB tidak akan menggunakan dana APBN.
Menurutnya, sejak berdirinya superholding Danantara, seluruh dividen BUMN telah menjadi milik entitas tersebut dan tidak lagi masuk sebagai penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
“KCIC itu kan di bawah Danantara. Jadi mereka sudah punya manajemen sendiri dan mengelola dividennya sendiri,” jelas Purbaya saat media briefing di Sentul, Bogor, pada 10 Oktober 2025.
“Mereka harus bisa mengelola pembiayaan KCJB dari situ, tanpa membebani APBN,” tegasnya.***
Artikel Terkait
Ekonom Desak KPK Usut Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Whoosh, Soroti Keterlibatan Pejabat dan Klaim ‘Proyek Busuk’
Ratusan Siswa di Gunungkidul Diduga Keracunan Program Makan Bergizi Gratis, Bupati Turun Tangan Tinjau Dapur Sekolah
Ekonom Anthony Budiawan Sebut Ada Pemufakatan Jahat dan Dugaan Mark Up di Proyek Kereta Cepat Whoosh
Mahfud MD: KPK Bisa Panggil Jokowi Terkait Dugaan Kejanggalan Proyek Kereta Cepat Whoosh
Istana Tegaskan Pembentukan Tim Koordinasi MBG untuk Perkuat Kinerja Badan Gizi Nasional
Wakil Bupati Pidie Jaya Minta Maaf Usai Pukul Kepala SPPG Saat Tinjau Dapur Program Makan Bergizi Gratis