Pekerjaan yang Terancam Punah Akibat AI: Siapkah Anda?

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Senin, 28 April 2025 | 15:00 WIB
Ilustrasi daftar pekerjaan yang !Ebih mudah digantikan oleh AI (Pinterest/pngtree)
Ilustrasi daftar pekerjaan yang !Ebih mudah digantikan oleh AI (Pinterest/pngtree)

TITIKTEMU.CO - Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sedang bergerak cepat mengubah lanskap dunia kerja.

Dalam waktu satu hingga tiga dekade mendatang, banyak profesi akan mengalami transformasi besar — bahkan sebagian bisa hilang sama sekali.

Apa saja pekerjaan yang paling rentan tergeser oleh AI? 

Baca Juga: CITCOM CONNEXT 2025: Merumuskan Masa Depan AI Bersama Pemerintah, Komunitas, dan Dunia Usaha di Bandung

Pekerjaan Administratif, Korban Pertama AI

Menurut laporan Forbes terbaru, tugas-tugas administratif seperti entri data, jadwal pertemuan, layanan pelanggan, pembukuan, hingga riset hukum adalah sektor yang paling dulu terkena dampaknya.

Bahkan, riset dari Institute for Public Policy Research menyebutkan sekitar 60 persen tugas administratif bisa sepenuhnya diotomatisasi berkat teknologi seperti chatbot dan robotic process automation (RPA).

Baca Juga: Kalender Mei 2025: Deretan Tanggal Merah dan Kesempatan Long Weekend

Dunia Kreatif Tak Sepenuhnya Aman

Sektor kreatif yang dulu dianggap aman dari teknologi kini mulai terguncang. AI generatif seperti DALL-E dan GPT telah menunjukkan kemampuan luar biasa dalam menghasilkan desain grafis, artikel, hingga konten media sosial.

Laporan dari Pew Research Center memperkirakan sekitar 30 persen pekerjaan di bidang media akan berpotensi otomatisasi pada tahun 2035.

Namun, karya seni yang membutuhkan sentuhan manusia dan kreativitas tingkat tinggi dinilai masih lebih sulit digantikan.

Baca Juga: Prompt AI Edit Foto Ala Mainan Action Figure 3D di ChatGPT Gratis Dan Kreatif

Bidang Teknologi: Antara Peluang dan Ancaman

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi TITIKTEMU

Sumber: Forbes

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X