Ia juga menambahkan bahwa isu-isu sektoral seperti barang bajakan tidak menjadi bagian dari prioritas diskusi strategis bilateral.
“Kami lebih mengedepankan pembahasan soal SDM, transisi energi, dan penguatan pasar ekspor,” ungkapnya.
RI Perluas Akses Pasar Lewat BRICS dan CPTPP
Baca Juga: Indonesia Kena Tarif Impor 32 Persen dari Trump, Ini Dampak dan Langkah yang Dilakukan Pemerintah RI
Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga menyoroti posisi Indonesia yang baru bergabung dalam kelompok negara BRICS. Keanggotaan ini membuka pintu lebar ke pasar baru, khususnya di negara-negara berkembang yang sedang tumbuh cepat.
Tak hanya itu, Indonesia juga sedang dalam proses aksesi atau bergabung dengan Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP).
“Melalui CPTPP, kita bisa menjangkau pasar baru di Inggris, Meksiko, dan beberapa negara Amerika Latin. Ini peluang besar,” jelasnya.***
Artikel Terkait
Donald Trump Sesumbar Hajar K.O Joe Biden dalam Hitungan Detik di Ring Tinju
Donald Trump Tuduh Ibu Perdana Menteri Kanada Pernah Berhubungan Seks dengan Semua Personel Rolling Stones
Prabowo Ucapkan Selamat ke Trump, Tekankan Perdamaian dan Stabilitas Dunia
Hanya Beberapa Jam Setelah Donald Trump Dilantik jadi Presiden, AS Putuskan Keluar dari Anggota WHO, Ini Alasannya
Trump Tetap Ngotot Pindahkan Lakukan Relokasi, Warga Palestina Tetap Ingin Hidup di Antara Sisa Puing-puing
Donald Trump Hentikan Bantuan Medis Obat, Ancaman HIV/AIDS, Malaria, dan TBC Diprediksi Meningkat Pesat
Kebijakan Trump Setop Bantuan Obat Berdampak ke Indonesia, Akankah Angka HIV di Indonesia akan Meningkat?
Trump Ingin Gaza Jadi "Riviera Timur Tengah": Reaksi Dunia, Kecaman dan Penolakan
Indonesia Kena Tarif Impor 32 Persen dari Trump, Ini Dampak dan Langkah yang Dilakukan Pemerintah RI
Donald Trump vs Xi Jinping: Perang Dagang AS-China 2025 Memanas, Tarif Naik dan Kesepakatan Belum Jelas