KTT ASEAN 2023, Pelaku Industri Berharap Pasar Ekspor Mebel Jepara Kembali Pulih

photo author
Ipiek Riyanto, TitikTemu.co
- Rabu, 6 September 2023 | 11:00 WIB
Pelaku Industri berharap KTT ASEAN 2023 dapat memulihkan kembali pasar ekspor mebel danukir Jepara   (Furncraft.id )
Pelaku Industri berharap KTT ASEAN 2023 dapat memulihkan kembali pasar ekspor mebel danukir Jepara (Furncraft.id )

TITIKTEMU.CO, JEPARA – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN resmi dibuka oleh Presiden Joko Widodo, di Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Selasa, (5/9/2023).

Pengusaha mebel dan ukir di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, berharap KTT ASEAN 2023 yang digelar 5-8 September 2023 di Jakarta dapat memulihkan industri mebel dengan pembukaan kembali pasar ekspor produk mebel dan ukir asal daerah itu.

"Mudah-mudahan, momentum internasional tersebut dapat membantu industri furnitur, khususnya di Kabupaten Jepara untuk bangkit kembali dari keterpurukan setelah dilanda pandemi selama dua tahun," kata Muhammad Haidar Zaqi Umar, seperti dikutip dari Antara, Rabu (6/9/2023).

Baca Juga: Presiden Jokowi Resmi Buka KTT Ke-43 ASEAN

Pengusaha mebel asal Jepara itu menyebutkan beberapa negara ASEAN, seperti Malaysia dan Singapura dapat menjadi pasar ekspor yang bagus untuk pelaku usaha industri furnitur di Jepara.

Pemilik usaha Furncraft.id itu mengakui bisa menyediakan beragam produk furnitur berkualitas sehingga negara-negara ASEAN memang menjadi target pasar yang potensial. Bahkan, pihaknya berulang kali mengirim pesanan mebel ke Singapura untuk beberapa merek tertentu.

Menurutnya, pasar Singapura cukup bagus karena banyak pedagang yang bergerak di bidang furnitur. Bahkan, mereka juga sering melakukan pengubahan merek dan menjual kembali produk asli Jepara yang sudah diakui kualitasnya.

Baca Juga: Ganjar-Yasin Pamitan pada Masyarakat Jawa Tengah. Suasana Haru Iringi Perpisahan

"Ada beberapa merek tertentu yang tidak bisa kami sebutkan, sebenarnya hasil karya dari tangan perajin di Jepara," ujar pria lulusan Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta itu.

Haidar mengatakan, saat ini yang paling dibutuhkan industri furnitur di Jepara adalah edukasi mengenai merek dan desain. Karena yang terjadi industri furnitur Jepara hanya menjadi produsen dari desain dan merek orang lain, sehingga pemerintah diharapkan bisa ikut memfasilitasi industri furnitur Jepara untuk mendukung branding dan desainnya.

"Sudah saatnya industri ini menjadi pemilik merek dengan desain yang otentik. Jadi produksi untuk merek luar berjalan, tetapi memperkenalkan merek kita sendiri juga jalan. Diskriminasi perdagangan harus ditolak dan hilirisasi industri tidak boleh dihalangi," ujarnya.

Baca Juga: Jembatan Jurug B Sudah Dibuka. Dibangun dengan Teknologi Tahan Gempa 1.000 Tahun

Menurut Haidar, semua pihak harus terus menyuarakan kerja sama yang setara karena pengusaha mebel dan ukir Jepara juga mampu mendesain, memproduksi, memberi merk, serta memasarkan.

“Apalagi pemerintah juga sudah memberikan kemudahan bagi industri untuk mengurus perizinan dengan mudah yang bisa dilakukan secara daring. Misal, untuk pendaftaran merek HAKI hanya menghabiskan biaya Rp500 ribu hingga Rp1,5 juta,” lanjutnya

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ipiek Riyanto

Sumber: jateng.antaranews.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X