Kirab Pusaka Dalem Pura Mangkunegaran Surakarta berlangsung khidmat. Peserta tapa bisu dan tak beralas kaki

photo author
Ipiek Riyanto, TitikTemu.co
- Sabtu, 30 Juli 2022 | 20:55 WIB
KGPAA Mangkunegoro X melepas Kirab Pusaka Dalem pada malam 1 Sura EHE 1956 (Instagram @pariwisatasolo))
KGPAA Mangkunegoro X melepas Kirab Pusaka Dalem pada malam 1 Sura EHE 1956 (Instagram @pariwisatasolo))

Baca Juga: Pelepasliaran Bokkoi, Beruk Mentawai yang Doyan Kepiting

Udik-udik yaitu prosesi menyebar uang dan bunga ke masyarakat.
Hendro mengatakan dalam prosesi kirab dengan tapa mbisu, dengan maksud manusia selalu berhubungan dengan bumi dan berbakti kepada Tuhan yang Maha Kuasa dalam keadaan suci. Peserta kirab juga diwajibkan memakai pakaian Jawi jangkep.

“Kita kembalikan ke kitohnya lah, kirab pusaka dulu begitu. Jadi situasinya betul-betul hening, betul-betul sakral. Karena ini berdoa, semua yang terlibat begitu. Kirabnya mengintari Mangkunegaran dengan tapa bisu”.

Baca Juga: Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J: Diduga Almarhum Ditembak dari Belakang Kepala Hingga Jebol Sampai ke Hidung

Hendro menjelaskan, dengan tapa bisu memohon kepada Tuhan yang maha esa supaya negara diberi kesejahteraan, keamanan, dan permintaan doa yang baik bagi masyarakat khususnya bangsa Indonesia. Tentram lahir batin, gemah Ripah loh jinawi, khususnya juga Mangkunegaran.

Setelah pelaksanaan kirab pusaka dalem, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi semedi di Pendapa Agung dan Paringgitan Pura Mangkunegaran hingga Sabtu (30/7) dini hari.***

 

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Pura Mangkunegaaran

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X