TITIKTEMU.CO DEMAK – Acara Halal Bihalal yang digelar seusai bulan Ramadan, dan masih dalam suasana Idul Fitri, banyak dimanfaatkan umat Islam untuk saling bermaaf-maafan.
Hal itulah yang dilakukan para guru di SDN Batursari 7 Mranggen, Demak, Sabtu siang (7/5/22). Mereka berkumpul di rumah salah-satu guru senior, Indrastiningsih, yang biasa dipanggil Bu Indras di rumahnya, di Jalan Pucang Gede Raya, Batursari, Mranggen, Demak. Kebetulan sebentar lagi, Bu Indras akan purna tugas.
Hadir dalam acara itu, Kepala SDN Batursari 7 Drs Faozi, SPd, MPd dan ketua sementara komite sekolah tersebut, Teguh Argari Bisono. Ketua komite sebelumnya, Muzwir, belum lama ini telah berpulang ke Rahmatullah.
Baca Juga: Kesepakatan Penjualan Chelsea Tercapai dengan Grup Kepemilikan asal Amerika Serikat
Saat memberikan sambutan, Faozi sekaligus menggunakan kesempatan itu untuk mengabsen para guru. Satu persatu para guru disebutnya. Mulai dari yang senior sampai ke yang yunior. Beberapa suami dan istri dari para guru tersebut, tidak bisa mengikuti acara, karena ada keperluan keluarga atau sudah mulai bekerja di kantornya.
“Harapan saya, di Halal Bihalal tahun depan, bapak dan ibu guru bisa hadir bersama keluarganya, sehingga saya bisa mengenalnya. Dan bisa mengakrabkan antara saya dengan keluarga besar guru dan karyawan SDN Batursari 7,” ungkapnya, yang saat itu didampingi istrinya yang juga guru di SDN Batursari 5, dan putranya.
Faozi juga mengungkapkan, mulai Senin besok (9/5/22) akan mulai dibuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sekolah tersebut. Sehingga dia meminta stafnya untuk mempersiapkan formulir pendaftaran calon siswa. Tahun lalu SD tersebut menerima 75 siswa, dan diharapkan tahun ini bisa menerima siswa dengan jumlah yang sama.
Berbagai fasilitas tersedia di sekolah dengan akreditasi A ini. Seperti komputer, perpustakaan dan UKS. Tak heran, kalau SDN 7 Batursari termasuk sekolah favorit di desa Batursari.
Setelah Halal bihalal itu, para guru juga dimintanya untuk bersih-bersih kelas, karena sudah seminggu lebih ditinggalkan karena libur lebaran. Hal itu untuk mengantisipasi, jangan sampai ada binatang-binatang tak diinginkan, yang masuk di laci meja para siswa. Karyawan sekolah juga dimintanya untuk menyiram tanaman di lingkungan sekolah.
“Selaku pribadi, saya pasti pernah melakukan kesalahan, untuk itu jika ada salah dan khilaf, saya mohon maaf kepada semua guru dan karyawan di sini. Demikian pula, saya dengan ikhlas telah memaafkan kesalahan bapak dan ibu seklaian,” ungkapnya.
Tampil untuk memberi tausyah dalam acara itu adalah Ustadz Aji Nuhantar, guru SMK Giri Kusumo Mranggen. Dalam ceramahnya, suami dari guru SDN Batursari 7 Siti Kusrini itu menjelaskan tentang keanehan ajaran Islam sewaktu hadir di Arab saat itu, yang masih jahiliyah.
Artikel Terkait
Hari Guru Nasional: Sartono dan Cerita di Balik Hymne Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Mendagri Terbitkan Surat Edaran Tentang 4 Aturan Kegiatan Halal Bihalal 2022, Nomer Tiga Harus Kuat Nahan
Film Negeri 5 Menara, Kisah Kehidupan Santri Cocok Ditonton Saat Lebaran
Perputaran Uang Selama Arus Mudik Balik Lebaran 2022 Lebih dari Rp 72 Triliun. Dibelanjakan Apa Saja?
Mumpung Masih Lebaran, Nonton Kisah Cinta Syahdu Ayat-ayat Cinta , Yuk!