Baca Juga: Kasus Covid-19 di Kota Semarang Naik, Pengunjung Semarang Zoo Turun 25 Persen
Ia menyebutkan, YIA lebih membutuhkan pasokanair bendungan itu dibandingkan tenaga listrik. “Untuk air, YIA membutuhkan 200 liter per detik, 300 liter per detik kalau tak salah untuk Kebumen. Sisanya untuk Purworejo,” papar Modista.
Meskipun pembangunan Bendungan Bener menjadi kewenangan pemerintah pusat, namun Pemda Purworejo tidak tinggal diam terkait aspirasi yang disampaikan masyarakat.
Pemda akan tetap memperhatikan nasib warganya. Bupati Purworejo, Agus Bastian, menegaskan pihaknya sangat terbuka terhadap keluh kesah warga terkait pembangunan tersebut.
Baca Juga: Kuliner Khas Gunungkidul: Dari Thiwul, Gathot sampai Belalang Goreng…
“Saya selaku pemangku kepentingan di Kabupaten Purworejo sangat aware untuk memperhatikan masyarakat saya, warga Purworejo. Tanpa disuruh, saya akan melakukan apa yang diinginkan rakyat. Dalam persoalan ini, saya sudah berusaha dan tidak tinggal diam,” tegas Bupati.
Pihaknya akan memperjuangkan sesuai apa yang diinginkan warga terdampak. Jika nantinya tidak bisa diperjuangkan, bupati mempersilakan pihak terkait untuk berkompromi dengan BBWSSO, untuk menentukan dan menyepakati harga ganti rugi yang dirasa paling sesuai.
“Kalau ada masalah apa-apa lebih bagus dibicarakan dengan baik-baik. Saya malah senang dan terbuka. Daripada demo, malah menghabiskan banyak biaya,” pesan bupati saat menerima kunjungan warga terdampak pembangunan Bendungan Bener, di ruang Bagelen Setda Purworejo, beberapa waktu yang lalu. ***