Pesan Tegas: Ondel-Ondel Bukan untuk Ngamen
Pramono secara terbuka menyatakan keprihatinannya atas penggunaan ondel-ondel untuk mengamen.
Ia pun meminta agar masyarakat dan pelaku seni bisa menjaga warisan budaya ini dengan cara yang lebih bermartabat.
"Saya sampaikan dengan hormat, tolong jangan jadikan ondel-ondel sebagai alat mengamen. Rawatlah dengan baik sebagai simbol budaya," ujarnya.
Seniman Ondel-Ondel Perlu Dilibatkan di Acara Resmi
Untuk memberikan ruang yang lebih luas, Pramono mendorong agar para seniman ondel-ondel turut dilibatkan dalam berbagai acara resmi dan kegiatan kebudayaan di Jakarta.
Dengan begitu, mereka tidak perlu lagi turun ke jalan untuk mencari penghidupan.
"Acara di Ibu Kota ini banyak sekali. Yuk, kita undang seniman-seniman Betawi, termasuk pemain ondel-ondel. Kita beri mereka panggung yang layak," tambahnya.***
Waktunya Ondel-Ondel Dihargai sebagai Warisan Budaya
Langkah Pramono Anung menjadi sinyal kuat bahwa pelestarian budaya tak cukup hanya lewat slogan.
Ondel-ondel bukan sekadar boneka besar yang menari di pinggir jalan, tetapi simbol hidup dari kekayaan budaya Betawi yang patut dihargai dan dirawat bersama.***