Di tengah kontroversi kebijakannya yang melarang perayaan wisuda sekolah, Dedi menyebut bahwa aksi nyata para siswa di lingkungan seperti ini jauh lebih berarti.
Menurutnya, keputusan menghapus wisuda adalah bentuk kepeduliannya pada kondisi ekonomi keluarga siswa.
“Banyak warga Bekasi yang terjerat pinjaman online atau rentenir.
Saya melarang wisuda bukan karena anti tradisi, tapi supaya tidak menambah beban orang tua siswa,” jelas Dedi.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Dorong KB Pria Jadi Syarat Bantuan Sosial dan Beasiswa di Jawa Barat
Penutup: Generasi Muda Peduli Lingkungan Patut Diapresiasi
Aksi siswa SMA Yadika 8 membuktikan bahwa generasi muda tidak melulu identik dengan hal negatif.
Justru mereka bisa menjadi agen perubahan, memulai dari hal sederhana seperti menjaga kebersihan sungai di lingkungan mereka.
Apresiasi seperti ini patut ditiru dan didorong di sekolah-sekolah lainnya.***