daerah

Dedi Mulyadi Dorong KB Pria Jadi Syarat Bantuan Sosial dan Beasiswa di Jawa Barat

Rabu, 30 April 2025 | 12:05 WIB
Dedi Mulyadi syaratkan vasektomi pria untuk penerima bansos dan Beasiswa di Jawa Barat (Instagram/@dedimulyadi71)

Baca Juga: Viral Gubernur Jawa Dedi Mulyadi Berdiskusi dengan Remaja Soal Larangan Wisuda dan Penggusuran di Bantaran Sungai

"Ada yang anaknya 16, bahkan 22. Saya heran kenapa keluarga miskin anaknya banyak, tapi orang kaya malah susah punya anak," ujar Dedi.

Integrasi Data KB dan Bantuan Sosial

Agar kebijakan ini dapat berjalan maksimal, Dedi menekankan pentingnya sinkronisasi data kependudukan dengan data penerima bantuan.

Nantinya, status kepesertaan KB akan menjadi salah satu indikator apakah seseorang layak menerima bantuan sosial.

"Kalau belum ikut KB, ya ikut dulu. Terutama KB pria," kata Dedi, menegaskan komitmennya pada kebijakan ini.

Baca Juga: Rosan Roeslani: GBK Resmi Dikelola Danantara, Target Aset Capai 1 Triliun USD

Langkah Strategis Dapat Dukungan dari Pemerintah Pusat

Rencana kebijakan ini disampaikan dalam rapat koordinasi bertajuk "Gawé Rancagé Pak Kadés jeung Pak Lurah" yang dihadiri para menteri terkait, seperti Menteri Sosial, Menteri Kesehatan, hingga Kepala BKKBN.

Dukungan pusat terhadap inisiatif ini menunjukkan bahwa langkah Dedi Mulyadi mendapat perhatian di tingkat nasional

Langkah Gubernur Dedi Mulyadi mendorong KB pria, terutama melalui vasektomi, sebagai syarat penerima bantuan sosial dan beasiswa di Jawa Barat adalah bagian dari upaya besar untuk menciptakan keadilan sosial dan mengendalikan laju pertumbuhan penduduk.

Baca Juga: Diungkap Saksi dalam Sidang Tipikor Mbak Ita dan Suaminya Mencoba Menghilangkan Barang Bukti dengan Membuang HP dan Menghapus Bukti Transfer

Dengan strategi ini, diharapkan penyaluran bantuan bisa lebih tepat sasaran dan tidak menjadi beban terus-menerus bagi negara.***

 

Halaman:

Tags

Terkini