TITIKTEMU - SOLO - Setiap Selasa malam, kawasan depan Pasar Tri Windu di Kota Solo menjadi saksi hidup dari sebuah pertemuan unik antara musik rock, kopi, dan kebersamaan. Acara yang digagas oleh Yayok Aryoseno ini mengundang semua penggemar musik untuk berkumpul, menyaksikan pentas musik, dan merasakan sensasi berbeda dalam menikmati malam dengan nuansa musik yang penuh energi. Ngarsopurock nama acaranya.
Tidak hanya menjadi tempat untuk mendengarkan musik, tetapi juga sebuah ajang untuk mengekspresikan diri melalui jamming dan bernyanyi bersama para musisi. Lho, itukan di depan Pasar Tri Windu, bukan di Ngarsopuro? Ya, memang, tapi masih dalam satu kawasan depan Pura Mangkunegaran yang bagi gen z saat ini dikenal sebagai tempat tinggalnya para pangeran tampan berjuluk Mas Mas Jawa Premium, bukan Jawa Lenga Pet.
Pentas Musik Rock yang Berbeda
Pentas musik ini diselenggarakan setiap Selasa malam di lokasi yang tidak biasa, yaitu di depan Pasar Tri Windu yang terkenal dengan atmosfer tradisionalnya. Namun, menjadi berbeda karena hadirnya Papa Rock N Roll Band, sebuah band yang siap menghidupkan suasana dengan alunan musik rock dari berbagai aliran. Dari classic rock hingga alternatif, band ini menyajikan lagu-lagu yang tak hanya dikenang oleh para penggemarnya, tetapi juga mampu menarik perhatian para pengunjung yang datang dari berbagai kalangan.
Baca Juga: Kenangan Dalam Perjalanan Musik: Desta Mahendra Mengenang Ricky Siahaan
Keunikan dari acara ini tidak hanya terletak pada musik yang dimainkan, tetapi juga pada cara acara ini menyatu dengan suasana sekitar. Pentas musik digelar tepat di depan tiga mobil combi modifikasi yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk menyajikan kopi, tetapi juga menyajikan berbagai macam makanan dan minuman yang siap menemani para pengunjung menikmati malam mereka. Dengan suasana yang santai, pengunjung dapat menikmati kopi sambil meresapi alunan musik, menciptakan pengalaman yang lebih dari sekadar menikmati pentas.
Jamming Bersama
Salah satu daya tarik utama acara ini adalah kesempatan bagi pengunjung untuk ikut serta dalam jamming session atau bahkan bernyanyi bersama dengan musisi yang tampil. "Bagi para penggemar musik rock, ini adalah kesempatan langka untuk merasakan langsung pengalaman berada di atas panggung dan berkolaborasi dengan musisi. Semua orang, dari pemula hingga yang sudah berpengalaman, dipersilakan untuk bergabung dalam sesi jamming. Tentunya, hal ini menjadikan acara ini semakin hidup, penuh energi, dan penuh semangat kebersamaan," tutur Yayok melalui keterangannya beberapa waktu lalu.
Apalagi, dalam pentas ini, tema yang diusung adalah lagu-lagu rock dari berbagai aliran. Mulai dari lagu-lagu legendaris yang dibawakan dengan energi tinggi hingga lagu-lagu yang mungkin belum banyak dikenal, tetapi tetap mampu menggugah semangat para pendengarnya. Para pengunjung yang terlibat dalam jamming bisa merasakan betapa kuatnya ikatan yang terjalin melalui musik.
Baca Juga: Peran Musik dan Seni dalam Menjaga Kesehatan Mental Gen Z
"Tidak ada batasan, hanya semangat untuk berbagi kegembiraan melalui irama," terang pria murah senyum satu ini.
Sumbangan Sukarela dari Hati
Meskipun acara ini bersifat informal dan tidak dipungut biaya untuk penonton, para musisi tetap mendapatkan apresiasi atas usaha dan dedikasi mereka dalam menghidupkan suasana. Salah satu bentuk apresiasi yang diberikan adalah omplung, atau sumbangan sukarela yang tersedia di kotak sumbangan. Ini menjadi cara yang dihargai bagi pengunjung untuk berterima kasih atas penampilan para musisi dan juga mendukung kelangsungan acara tersebut.
Sumbangan dari para penonton ini akan digunakan untuk mendukung keberlanjutan acara dan memberikan ruang bagi musisi untuk terus menampilkan karya mereka. Omplung bukan hanya sekadar uang, tetapi juga sebuah simbol dari rasa terima kasih yang tulus dan penghargaan terhadap para musisi yang telah memberikan hiburan kepada pengunjung setiap Selasa malam.
Artikel Terkait
Rayakan 10 Juta Penonton, Jumbo Hadir dalam Konser Teatrikal Keajaiban Musik dan Cerita Kita
Spektakuler! FUNTAZTIC.LY by BRI Hadirkan Pengalaman Digital lewat BRImo dalam Konser Musik Lintas Generasi
Direktur Mie Gacoan Bali Jadi Tersangka DIduga Kasus Pelanggaran Hak Cipta Musik, Cek Kronologi dan Faktanya
Selamat Jalan Sang Legenda! Ozzy Osbourne Meninggal di Usia 76 Tahun, Dunia Musik Berduka
Cara Beli Tiket RI Fest 2025: Festival Musik Terbesar di Indonesia
Awal Mula Polemik Royalti Musik di Indonesia: Dari Kasus Agnez Mo hingga Protes Ari Lasso
Semarak HUT ke-80 RI, Paviliun Indonesia Meriahkan Expo 2025 Osaka Jepang dengan Budaya dan Musik
Gitar Rotan Karya Aruma Mahasiswi ITB yang Lulus Cumlaude: Dari Tugas Akhir Jadi Teman Panggung Musik
Mengenang Acil Bimbo: Legenda Musik Indonesia, Pecinta Budaya dan Lingkungan
Menkum Supratman Kenalkan Protokol Jakarta di BRICS: Upaya Indonesia Perjuangkan Royalti Musik Digital Global