Layanan Medis bagi Warga Terdampak Banjir Di Pekalongan Dipenuhi Pengungsi

photo author
AB Soleh, TitikTemu.co
- Rabu, 5 Februari 2025 | 07:00 WIB
Layanan medis secara cuma-cuma bagi warga terdampak banjir, di wilayah Kecamatan Tirto. (Pemprov Jateng)
Layanan medis secara cuma-cuma bagi warga terdampak banjir, di wilayah Kecamatan Tirto. (Pemprov Jateng)

TITIKTEMU.CO, Dinas Kesehatan Kota Pekalongan memberikan layanan medis secara cuma-cuma bagi warga terdampak banjir, di wilayah Kecamatan Tirto. Layanan kesehatan tersebut disediakan di Kantor Kecamatan Pekalongan Barat, yang menjadi salah satu posko pengungsian warga.

Petugas Puskesmas Tirto, Dina Maryani, mengungkapkan, pihaknya memberikan pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi warga terdampak, sejak Kamis (30/1).

“Sampai hari ini, jumlah pasien yang datang cukup banyak. Mayoritas mengeluhkan penyakit seperti batuk, pilek, pusing, dan gatal-gatal,” ujarnya.

Menurut Dina, kondisi di posko pengungsian yang masih serba terbatas, menjadi salah satu faktor penyebab munculnya gangguan kesehatan pada pengungsi. Kurangnya fasilitas tidur yang layak serta paparan udara dingin di malam hari, membuat warga lebih rentan terkena masuk angin dan penyakit lainnya.

Baca Juga: Pemkab Pekalongan Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana , Buntut Banjir Dan Longsor

“Di posko pengungsian, kondisi masih seadanya. Banyak warga tidur di bawah tanpa alas yang cukup nyaman, sehingga mereka mudah masuk angin. Kami mengimbau para pengungsi untuk tetap menjaga kesehatan, mengenakan pakaian hangat, serta memastikan asupan makanan dan minuman yang cukup,” jelasnya.

Ditambahkan, tim medis dari Puskesmas Tirto menyediakan obat-obatan secara gratis bagi warga yang membutuhkan. Pemeriksaan kesehatan dilakukan setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB, atau menyesuaikan dengan jumlah masyarakat yang datang.

“Kami berupaya memberikan pelayanan semaksimal mungkin. Jika jumlah pasien yang datang cukup banyak, kami akan menyesuaikan waktu pelayanan, agar semua bisa mendapatkan pemeriksaan,” beber Dina.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, imbuhnya, sebagian besar pasien yang datang adalah orang dewasa dan lansia. Hingga saat ini, pihaknya belum menemukan kasus penyakit berat yang memerlukan rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih besar.

Baca Juga: Banjir Bandang Kembali Terjang Jawa Tengah! Genangan Air di Grobogan Ganggu Perjalanan KA Semarang

“Sampai saat ini, sakit yang diderita warga masih tergolong ringan. Kebanyakan adalah penyakit akibat perubahan cuaca dan kondisi lingkungan yang kurang mendukung,” imbuhnya.

Terhitung sampai dengan Senin (3/2), sebanyak 290 orang warga Kecamatan Tirto masih bertahan di posko pengungsian. Rinciannya, 189 orang pengungsi di Aula Kantor Kecamatan Pekalongan Barat, 29 orang di Musala Al-Munir RW 08 Kampung Baru Kelurahan Tirto, dan 72 orang di Masjid Al-Ikhlas Sidomulyo Kelurahan Pasirkratonkramat (PKK).

Camat Pekalongan Barat, M Natsir mengungkapkan, ratusan orang bertahan di beberapa posko pengungsian karena kondisi banjir di wilayahnya belum surut, dan rumah mereka masih terendam banjir cukup tinggi. Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih terjadi di Kota Pekalongan, sejak Rabu (29/1) sampai Senin (3/2).

“Kondisi banjir di pemukiman warga masih cukup tinggi, karena curah hujan tinggi masih terjadi, yang mengakibatkan Sungai Bremi-Meduri masih limpas ke pemukiman, terutama di Kampung Baru Tirto dan Sidomulyo PKK. Ketinggian banjirnya sudah mendekati atap rumah,” ucapnya.

Menurut Natsir, mayoritas pengungsi dalam keadaan sehat. Hanya beberapa orang, terutama lansia yang mengeluhkan mual, demam, dan gatal-gatal. Mereka telah ditangani oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Tirto.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: AB Soleh

Sumber: Pemprov Jateng

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X