TITIKTEMU.CO, PURWOKERTO - Kegiatan kemahasiswaan Resimen Mahasiswa (Menwa) saat ia kuliah, ternyata berpengaruh besar pada karirnya sebagai pegawai negeri sipil dan karir akademik seorang Idha Sihwaningrum, yang mendapatkan gelar Profesor.
Pelajaran disiplin, yang dia dapatkan saat berkegiatan di organisasi kemenwaan berpengaruh besar terhadap hidup yang dijalaninya. Idha adalah anggota Menwa Yudha X, Batalyon 1 Universitas Gadjah Mada (UGM)
Gemblengan latihan ala militer di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Klaten, tahun 1987 membuat wanita kecil tahan banting, dan menjalani hidup, sekolah, karir, secara tertib, disiplin dan teratur, meski ia mengaku hanya menjalani semuanya sesuai garis yang ditetapkanNya.
"Saya itu menjalani apa adanya. Tidak ngoyo. Melakukan semua yang menjadi tugas dan kewajiban. Dan ternyata ini membawa saya ke posisi sekarang ini," kata Idha, kepada penulis, sehari sebelum dikukuhkan menjadi seorang Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Jenderal Sudirman (Unsoed)
Namun ia tak memungkiri bahwa menjadi Profesor, capaian akademik tertinggi memang sudah sudah menjadi tekadnya sejak ia memutuskan berkarir sebagai dosen di Unsoed.
"Saya memang telah mentargetkan umur 55-an nanti sudah menjadi Profesor. Tetapi saya tidak ngoyo, menjalaninya saja. Dan puji Tuhan tercapai," kata Idha.
Latihan Kepemimpinan Putri (Latpintri) saat aktif di Menwa, sangat membantunya ketika diberi tanggungjawab mengetuai kelompok penelitian, riset termasuk menjadi ketua prodi.
Idha lulus 1989 dari jurusan matematika, FMIPA UGM, tahun 1990 ia menjadi dosen, profesi yang memang ingin dijalaninya. Tahun 1993, Idha berangkat ke Australia, untuk mengambil master Matematika Terapan di Universitas Tasmania, Australia.
Studi doktornya ia selesaikan di Institut Teknologi Bandung (ITB) di bidang Matematika Analisis. Dan puncaknya, kini tepat di Hari Kartini, Idha Siswaningrum Profesor. Idha tercatat sebagai guru besar ke-84 di Unsoed dan yang kedua di FMIPA universitas yang sama.
Idha dikukuhkan sebagai Guru Besar Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) berbarengan dengan pengukuhan koleganya sesama dosen FMIPA secara daring dan luring terbatas di Gedung Graha Widyatama Unsoed, Kamis, 21 April 2022.
Adalah Prof.Dr.Dra. Idha Sihwaningrum, M.Sc.St sebagai Profesor / Guru Besar dalam Bidang Ilmu Matematika, dan Prof. Wahyu Tri Cahyanto S.Si.,M.Si.,Ph.D Profesor / Guru Besar dalam Bidang Ilmu Komputasi Fisika Material.
Rektor UNSOED Prof.Dr.Ir Suwarto MS dalam sambutannya menyampaikan insitusi perguruan tinggi diharapkan harus semakin produktif dalam berkinerja, berkontribusi dalam luaran-luaran yang diakui dan berdampak strategis, sekaligus menjadi solusi atas apa yang dibutuhkan masyarakat, termasuk industri, dunia usaha dan kerja.
Artikel Terkait
Overstee Slamet Riyadi, Inspirator dan Pemimpin Serangan Solo
RM Panji Sosrokartono, Anak Bangsa Yang Mendunia Namun Jarang Dikupas Kisah Hidup Dan Keteladanannya!
Ktut Tantri, Wanita Berdarah Viking , Kelahiran Skotlandia, Pejuang Kemerdekaan Indonesia
Sosok Kartini Indonesia Asal Grobogan, Menjaga Asa Untuk Perdamaian Kongo