sosok

HAKIM AGUNG KAHARDIMAN, Perwira Nasib Baik Yang Sempat Jadi Kamus Hukumnya LB Moerdani

Jumat, 17 Mei 2024 | 14:30 WIB
Buku biografi 'Hakim Agung Kahardiman' (Indra Hermana)

Mendengar rencana pembubaran Opstib itu, Kahardiman pun menjadi gelisah memikirkan anak buahnya juga keluarganya. Jika karirnya harus berakhir dan dipensiunkan, ia mengutarakan maksudnya yang diutarakan menjadi dosen.   

"Lha itu, aku nggak pengen kamu menjadi dosen! Di otakmu itu isinya macem-macem. Bahaya. Nanti mahasiswamu bisa berontak ke pemerintah," tanggap  Benny. "Sudahlah, orang-orang macam kita ini, sebaiknya langsung mati saja bila saatnya pensiun," ucapnya mengakhiri pembicaraan tersebut dengan santai.

Namun nasib baik lagi-lagi berpihak. Saat kegelisahannya memuncak dan sedasng sholat Jumat ia diberitahu jika akan mendapat kenaikan pangkat menjadi bintang dua.

Bahkan setelah Pensiun dari TNI AU, Kahardiman malah ditarik menjadi Hakim Agung. Ia melihat sendiri secara langsung bagaiamana praktik mafia peradilan menyentuh dirinya. Dan setelah pensiun dari Mahkamah Agung dan di usianya ke-88 Kahardiman masih menjadi Hakim Arbiter. Walau harus duduk di kursi roda, ingatannya masih tajam dan berpikir jernih.

Baca Juga: Overstee Slamet Riyadi, Inspirator dan Pemimpin Serangan Solo  

Pengalaman masa orde lama, orde baru dan masa kini yang bersentuhan dengan sosok Kahardiman,  banyak dikisahkan dalam buku ini. Kisah sarat sejarah yang kemudian dituturkan secara mengalir sebagai sebuah cerita. 

" Kami ingin agar gen Z juga bisa ikut membaca, mengetahui masa lalu dengan mudah tapi tidak menggurui. Ada sosok berintegritas yang tidak harus  populer tapi sangat layak diteladani." alasan Andry Hariana penulisnya. 


Halaman:

Tags

Terkini