Desa Wisata Favorit, Mulai dari Nglanggeran Gunung Kidul hingga Wae Rebo di Nusa Tenggara Timur

photo author
Leonardo Pamungkas, TitikTemu.co
- Senin, 3 Januari 2022 | 13:18 WIB
Desa Wisata Wae Rebo, Manggarai, NTT (Instagram @waerebo.official)
Desa Wisata Wae Rebo, Manggarai, NTT (Instagram @waerebo.official)

TITIKTEMU.CO - Desa wisata dianggap potensial dalam memperluas lapangan pekerjaan dan membangkitkan perekonomian Indonesia.

Karena hal tersebut, pemerintah sedang menggalakkan dan mempromosikan desa wisata di Indonesia sebagai destinasi liburan bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Menparekraf Sandiaga Uno yakin desa-desa tersebut akan berkontribusi dalam membangun Indonesia nantinya.

Baca Juga: Sumba, Salah Satu Destinasi Terbaik di Asia yang Wajib Dikunjungi Tahun 2022

Pada awal Desember Sandi baru menuntaskan kunjungan ke -50 desa wisata di Indonesia dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI).

Dari beberapa daftar desa wisata uang menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan luar dan dalam negeri untuk berlibur di tahun 2022 antara lain:

Desa Wisata WaeRebo, Manggarai, Nusa Tenggara Timur

Desa wisata ini memiliki potensi yang unik. Berada di atas ketinggian 1.000 mdpl, Desa Wisata WaeRebo sering disebut surga di atas awan.

Baca Juga: Kapolrestabes Semarang Raih Penghargaan Presisi Award

Desa ini juga memiliki 7 rumah adat yang menjadi ikon dari Wae Rebo, yakni Mbaru Niang, yang berbentuk kerucut.

Adat dan kebudayaan mereka telah membaur dengan kebiasaan penduduk Pulau Flores. Namun arsitektur bangunannya masih memiliki unsur Minang. Pengaruh Minang bisa dijumpai pada arsitektur Niang Dangka, atap Mbaru Niang ini.

Hamparan rumput hijau yang dikelilingi pegunungan lengkap dengan kabut juga menjadi pesona desa. Sehingga memberikan kesan magis, namun damai, tenang, dan sejahtera.

Baca Juga: Tim Darurat Barcelona Tundukkan Mallorca dan Naik ke Peringkat Lima LaLiga Spanyol

Berkat eksotisme alam dan budaya Desa Wae Rebo, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) memberikan pengakuan kepada desa tersebut sebagai warisan budaya dunia pada Agustus 2012 yang lalu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Indonesia.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X