TITIKTEMU.CO. Boyolali - Musim kemarau hampir berakhir, musim penghujan bakal datang. Saat musim kemarau, kekeringan sering mengancam di sejumlah wilayah di Kabupaten Boyolali.
Di Kecamatan Tamansari, lima dari sepuluh desa yang ada, sering mengalami kekeringan atau kekurangan air bersih secara terus menerus di setiap musim kemarau. Kelima desa yang berada di kaki Gunung Merapi tersebut, adalah Desa Sanggup, Lanjaran, Mriyan, Sumur dan Jemowo.
Menurut Camat Tamansari, Wurlaksana, warga biasanya mengandalkan air tadah hujan.
Wurlaksana mengatakan, sebagian masyarakat di lima desa tersebut sudah berupaya membuat tandon air yang cukup besar. Namun, ketika musim kemarau tiba , warga masih saja kekurangan air bersih.
Baca Juga: Optimalkan Pengamanan Rutan, Tim Tanggap Darurat dikukuhkan
“Mereka sudah membuat tandon air yang cukup besar, tetapi masih kekurangan air. Biasanya, warga mengandalkan bantuan air dari Pemerintah Kabupaten Boyolali dan para relawan yang peduli,” ujar Wurlaksana.
Warga di kaki Gunung Merapi butuh air, selain untuk konsumsi sehari-hari, juga untuk kebutuhan ternak.
“Bila durasi kemarau agak lama, air mereka juga habis juga, arena air tersebut, juga untuk ternak,” ujarnya.
Terkait masalah ini, pihaknya sudah koordinasi dengan bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Boyolali, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali dan PMI Kabupaten Boyolali.
Baca Juga: HUT Kulon Progo ke-70: Kulon Progo Gumregah, Kita Sehat, Ekonomi Bangkit
Wurlaksana menambahkan, belum lama ini sudah dilakukan dropping air bersih Desa Sumur dan Mriyan oleh BPBD Kabupaten Boyolali dan PMI Kabupaten Boyolali.
“Dalam minggu-minggu ini, dua desa sudah di dropping air bersih dari PMI dan BPBD,” tambah Wurlaksana.***