Baca Juga: Akun Pemkot Solo Kena Hack, Ini Pesan Singkat Gibran Rakabuming Raka
Sesaat kemudian, mereka melanjutkan perjalanan. “Yuk segera berangkat, karena semakin siang, jalanan pasti bakal macet”, pinta Hari kepada teman-teman lain agar segera masuk ke mobil.
Dua buah mobil kemudian terlihat bergerak keluar dari parkiran. Berjalan konvoi, menembus kepadatan lalu lintas pagi yang mulai terasa.
Di perjalanan, kemacetan kendaraan memang sudah terlihat. Puluhan kendaraan roda empat dan roda dua mulai menyemut di ruas jalan.
Baca Juga: Mau Buka Kedai Kopi? Nih Daftar Nama Menu untuk Kaum Awam Kopi
Tiba di lokasi, mereka langsung bersiap-siap. Ada yang berganti baju, memakai sepatu, mengenakan topi gunung, serta membawa bekal konsumsi secukupnya.
Perjalanan pun dimulai. Briefing singkat dari pengelola paket tour diberikan kepada semua anggota yang akan berangkat, agar perjalanaan lancar dan tidak terjadi masalah.
Baca Juga: Hele Yo adalah Nikmat Sagu Berbalut Keindahan Alam Papua
Rombongan berangkat beriringan. Jalan naik dan turun mulai dilalui. Rute menapak ke atas mulai membuat beberapa anggota rombongan ngos-ngosan. Maklum, mereka berusia rerata 50 tahun.
Sepanjang perjalanan, seringkali mereka nekad menepi dan berhenti hanya untuk berswafoto.
Akhirnya, mereka tiba di lokasi Curug Leuwi Hejo. Capek dan lelah seolah langsung lenyap, begitu melihat air bening mengalir serta sejuknya udara.
Luar biasa memang ciptaan Tuhan. Begitu indah memesona, pemandangan alam yang masih perawan ini. ***
Artikel Terkait
Mahasiswa UGM Ciptakan Tempat Sampah Penghancur Limbah Masker Medis yang Ramah Lingkungan
Komisi IX Dukung Si Wolly Nyaman, Inovasi Teknologi Cegah Deman Berdarah dari UGM
Mahasiswa UGM Teliti Khasiat Daun Pandan Wangi dan Cengkih Untuk Nanospray Penyembuh Luka
RSA UGM Sediakan Fasilitas Vaksinasi Khusus Bagi Penyandang Disabilitas
Menyulap Minyak Jelantah Menjadi Sabun Versi Mahasiswa UGM