Seperti Kembali ke Zaman Batu, Ini 7 Desa Megalitikum yang Layak Dikunjungi

photo author
Ganug Nugroho Adi, TitikTemu.co
- Kamis, 30 September 2021 | 08:00 WIB
Desa wisata Kampung Praiyawang di Sumba. (Shutterstock/Misbachul Munir)
Desa wisata Kampung Praiyawang di Sumba. (Shutterstock/Misbachul Munir)

Desa Patemon di Situbondo

Di desa wisata megalitikum Desa Patemon ini sedikitnya terdapat 26 peti jenazah dari batu atau sarkofagus.

Ditemukan juga sisa perburuan liar pada zaman megalitikum di dekat sarkofagus.Tim peneliti juga menemukan bermacam bekal kubur.

Beberapa di antaranya berupa manik-manik, fragmen gerabah, dan fragmen alat pertukangan dari zaman megalitikum.

Baca Juga: Pantai Gading Purba, Wisata Alternatif di Seputaran Waduk Gajah Mungkur

Desa Megalitik Lembah Bada

Sisa-sisa peninggalan zaman prasejarah sangat kental di Lembah Bada. Masyarakat setempat masih mengenakan baju dari kayu.

Lembah Bada di huni oleh Suku Lore, terletak di Desa Lengkeka, Kecamatan Lore Barat, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Sejak dulu masyarakat Bada menggunakan kulit kayu sebagai bahan pakaian. Lembaran kain kulit kayu kering dibuat blus, celana, daster, selimut, dan ikat kepala.

Peneliti dari Universitas Surugadai, Jepang, Isamu Sakamoto, menyebut tradisi itu sudah ada pada zaman Neolitikum sekitar 3.600 tahun lalu.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ganug Nugroho Adi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X