Berburu Barang Antik di Pasar Triwindu Solo, dari Seterika Arang hingga Kaset Pita

photo author
Ganug Nugroho Adi, TitikTemu.co
- Kamis, 16 September 2021 | 10:00 WIB
Seterika arang di Pasar Triwindu Solo. (TITIKTEMU.CO/Ganug Nugroho Adi)
Seterika arang di Pasar Triwindu Solo. (TITIKTEMU.CO/Ganug Nugroho Adi)

Namun, Paiman berpesan pembeli tidak perlu khawatir akan tertipu. Pasalnya, Pasar Triwindu mempunyai paguyuban pedagang yang  akan membantu pembeli.

“Pembeli yang merasa ditipu bisa komplain ke paguyuban.Pasti kami bela. Kami tidak ingin Pasar Triwindu jelek gara-gara satu atau dua pedagang,”ujar Paiman.

Pasar Triwindu pertama kali dibangun oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegoro VII pada 1939, bersamaan dengan 24 tahun naik tahtanya.

Triwindu adalah gabungan dari kata tri yang artinya tiga, dan windu yang berarti delapan. Jika dikalikan hasilnya adalah 24.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ganug Nugroho Adi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X