Namun, Paiman berpesan pembeli tidak perlu khawatir akan tertipu. Pasalnya, Pasar Triwindu mempunyai paguyuban pedagang yang akan membantu pembeli.
“Pembeli yang merasa ditipu bisa komplain ke paguyuban.Pasti kami bela. Kami tidak ingin Pasar Triwindu jelek gara-gara satu atau dua pedagang,”ujar Paiman.
Pasar Triwindu pertama kali dibangun oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegoro VII pada 1939, bersamaan dengan 24 tahun naik tahtanya.
Triwindu adalah gabungan dari kata tri yang artinya tiga, dan windu yang berarti delapan. Jika dikalikan hasilnya adalah 24.***
Artikel Terkait
Menuju Salatiga Kreatif Kuliner, Salatiga City Of Gastronomy
Benar-benar Lezat, Ini Kuliner Khas Wonogiri yang Bikin Susah Move On
40 Pengusaha Kuliner di Kota Salatiga Dilatih Sajikan Makanan Sehat
Bale Reren, Manjakan Penikmat Kuliner Santap Masakan Khas Sembari Belajar Budaya Jawa