KetikaTubuh dan Pikiran Mulai Lelah dengan Hiruk Pikuk Dunia, Bergegaslah ke Magelang!

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Minggu, 26 Oktober 2025 | 16:19 WIB
KetikaTubuh dan Pikiran Mulai Lelah dengan Hiruk Pikuk Dunia, Bergegaslah ke Magelang! (Instagram @omahmerbabu)
KetikaTubuh dan Pikiran Mulai Lelah dengan Hiruk Pikuk Dunia, Bergegaslah ke Magelang! (Instagram @omahmerbabu)

Namun pesonanya tak berhenti di lanskapnya yang memesona. Di sini, kamu bisa berinteraksi langsung dengan warga lokal, melihat aktivitas sehari-hari, atau sekadar duduk di warung sambil menyeruput kopi.

Menginap di homestay sederhana menjadi cara terbaik menikmati slow living di Dusun Butuh. Bangun pagi, hirup udara segar, dengarkan suara ayam jantan dan anak-anak berangkat sekolah.

Alamat: Dusun Butuh, Desa Temanggung, Kec. Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Jam Kunjung: Setiap hari, 06.00–18.00 WIB

Baca Juga: Di Desa Nglanggeran, Siapa Pun yang Datang Merasa Seperti Pulang ke Rumah Sendiri

3. Alun-Alun Kota Magelang

Siapa bilang slow living hanya bisa dilakukan di alam terbuka? Di jantung kota Magelang, ada ruang publik yang bisa jadi tempat healing sederhana namun efektif: Alun-Alun Kota Magelang.

Area ini luas, rapi, dan menjadi pusat aktivitas warga. Kamu bisa berjalan santai di taman, berolahraga ringan, atau menikmati aneka jajanan khas Magelang seperti getuk, wedang ronde, dan bakso.

Alun-alun ini dikelilingi bangunan bersejarah seperti Masjid Agung dan kantor pemerintahan yang menambah nilai estetika. Menjelang malam, suasananya semakin hidup dengan lampu-lampu cantik dan pedagang kuliner malam.

Sambil duduk di bangku taman dan memandangi langit malam, kamu bisa merasakan kedamaian sederhana di tengah hiruk pikuk kota.

Alamat: Jl. Alun-Alun Utara, Kemirirejo, Kec. Magelang Tengah, Kota Magelang. Jam Buka: 24 jam.

Baca Juga: 5 Tanda Kota Siap untuk Slow Living, Lengkap dengan Cara Menemukannya di Peta

4. Kawasan Candi Borobudur

Candi Borobudur bukan hanya ikon wisata dunia, tapi juga tempat terbaik untuk menenangkan pikiran dan menyatu dengan alam.

Saat pagi buta, pemandangan sunrise di kawasan ini menjadi pengalaman spiritual yang sulit dilupakan.

Setelah menikmati matahari terbit dari Punthuk Setumbu, kamu bisa berjalan kaki di sekitar kompleks candi sambil membaca relief-relief yang penuh filosofi kehidupan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X