Baca Juga: 5 Kota Terbaik untuk Slow Living, Bukan Jogja atau Solo!
Potensi Desa Wisata
Nantinya, Dusun Wotawati akan menawarkan paket wisata berbasis budaya dan alam. Wisatawan bisa menyusuri gang-gang desa, belajar bertani bersama warga, dan menikmati panorama lembah Bengawan Solo Purba.
Wisatawan juga bisa menginap di homestay milik warga, yang dapurnya menghadap ke timur agar bisa menikmati detik-detik pertama matahari muncul dari balik bukit.
Suasana desa, pemandangan langka sinar matahari yang dating terlambat di desa ini bakal digarap menjadi magnet wisata. Paket wisata juga berisi slow living di desa ini untuk beberapa hari.
Dengan segala keunikannya , mulai dari matahari yang hanya bersinar tujuh jam, kisah sejarah Majapahit, hingga arsitektur tradisional, Dusun Wotawati siap menjadi ikon wisata baru Gunungkidul.***
Artikel Terkait
Mengenal Gaya Hidup Slow Living, Tidak Harus Hidup di Desa!
Temukan Kedamaian! Ini 7 Kota Terbaik untuk Liburan Slow Living di Indonesia, Cocok untuk Healing dan Menenangkan Diri
Mindfulness dan Meditasi: Seni Hidup Slow di Era Serba Cepat
Revolusi Pelan-Pelan: Slow Living sebagai Jurus Rahasia Menang di Era Serba Cepat
Dari Burnout ke Bliss: Rahasia Slow Living yang Diam-Diam Mengubah Cara Kita Bekerja dan Hidup
10 Kota Slow Living di Indonesia yang Cocok untuk Menenangkan Diri