“Sesuai tradisi masyarakat Jepara, seminggu setelah Lebaran kita biasanya melaksanakan Pesta Lomban, di mana terdapat prosesi larungan kepala kerbau,” ujarnya.
Menurutnya, tradisi ini sebagai ucapan terima kasih atas hasil laut yang didapatkan oleh nelayan saat melaut.
Baca Juga: HUKUM Puasa Syawal dan Senin Kamis: Bolehkah Menggabungkannya?
Pj. Bupati Edy berpesan agar kegiatan tahunan setiap bada kupat tetap dilaksanakan dan dipertahankan setiap tahunnya.
Ketua Perhimpunan Nelayan Kabupaten Jepara, Sujianto berharap dengan adanya tradisi larungan ini dapat membawa berkah kepada para nelayan.
"Mudah-mudahan dengan menggelar larung sesaji ini nelayan diberikan rezeki yang melimpah, pendapatan nelayan di tahun ini lebih baik lagi," kata Sujianto.***
Artikel Terkait
Lestarikan Belimbing Jingga, Pemkab Gelar Festival Buah Ikon Khas Jepara
Di Jogja Festival Budaya Menawarkan Acara Budaya Lokal
Rekomendasi 7 Wisata Boyolali untuk Libur Lebaran, Harga Tiket Tidak Naik
Lebaran Ketupat Dengan Mengarak Ternak Cuma Ada Di Desa Boyolali Ini
Tradisi Andum Ketupat, Ratusan Pengunjung Waduk Gajah Mungkur Wonogiri Rebutan Kupat Berisi Doorprize