LOMBAN JEPARA, Tradisi Pelarungan Kepala Kerbau Sebagai Ungkapan Syukur Nelayan Jepara

photo author
Ipiek Riyanto, TitikTemu.co
- Kamis, 18 April 2024 | 08:39 WIB
Miniatur kapal berisi sejaji diarak menuju kapal utama untuk dilarung di tengah laut pada Pesta Lomban Jepara, Rabu (17/4/2024) (dok. Disparbud Jepara)
Miniatur kapal berisi sejaji diarak menuju kapal utama untuk dilarung di tengah laut pada Pesta Lomban Jepara, Rabu (17/4/2024) (dok. Disparbud Jepara)

TITIKTEMU.CO, –  Lomban Jepara digelar sebagai bentuk syukur dan harapan para nelayan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki dan keselamatan saat melaut.

Kemeriahan Pesta Lomban Jepara yang bernuansa budaya tampak mewarnai kompleks Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujungbatu, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Rabu (17/4/2024).

Sejak pukul 06.00 WIB ribuan ribuan masyarakat dan pengunjung sudah memadati TPI Ujungbatu.          

Mereka terlihat antusias, seolah tak ingin ketinggalan menyaksikan setiap momen prosesi larungan kepala kerbau, pada ajang Pesta Lomban tersebut.

Baca Juga: 1,2 juta Orang Terpantau Gunakan Angkutan Umum pada Hari Terakhir Libur Lebaran

Pesta Lomban sebagai rangkaian tradisi bada kupatan dilaksanakan seminggu setelah lebaran dengan prosesi larungan kepala kerbau.

Kepala kerbau yang akan dilarung telah tertata rapi dengan perlengkapan adat lain di dalam wadah, berbentuk miniatur kapal.

Selesai upacara pembukaan, pesta lomban dimulai dengan Tarian Sernemi yang mengiringi miniatur kapal diarak menuju kapal utama pengangkut larungan.

Baca Juga: Tradisi Andum Ketupat, Ratusan Pengunjung Waduk Gajah Mungkur Wonogiri Rebutan Kupat Berisi Doorprize

Lalu, kapal utama bertolak bersama kapal lain dari dermaga TPI Ujungbatu, menuju laut sebelah selatan Pulau Panjang Jepara.

Ratusan kapal nelayan dan warga Jepara mengikuti prosesi pelarungan dalam tradisi Lomban hingga mencapai titik yang telah ditentukan, di mana mereka melarung kepala kerbau yang ditempatkan di kapal kecil khusus sesaji.

Saat diceburkan ke laut, banyak warga yang telah menanti dengan berenang, memperebutkan larungan tersebut.

Baca Juga: 5 Film Horor Terlaris Januari-April 2024, dari Badarawuhi Hingga Trinil

Dalam sambutannya, Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta menyampaikan, tradisi tersebut merupakan ciri khas masyarakat Jepara, sekaligus menjadi warisan budaya yang sudah dilaksanakan secara turun-temurun.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ipiek Riyanto

Sumber: Disparbud Jepara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X