WIMBLEDON 2022: Petenis Kelahiran Rusia Juara, saat Atlet Rusia Dilarang Bertanding di Wimbledon. Khok Bisa?

photo author
Indria Purnama Hadi, TitikTemu.co
- Minggu, 10 Juli 2022 | 20:21 WIB
Elena Rybakina, petenis kelahiran Rusia, juara Wimbledon 2022 (Instagram @lenarybakina)
Elena Rybakina, petenis kelahiran Rusia, juara Wimbledon 2022 (Instagram @lenarybakina)

TITIKTEMU.CO, INGGRIS - Elena Rybakina melakukan comeback yang menakjubkan untuk memenangkan gelar Wimbledon dengan mengalahkan Ons Jabeur gagal di final putri. Seorang pemain asli Rusia yang menang atas nama Kazakhstan menjadi juara Wimbledon 2022.

Rybakina, yang lahir, besar, dan belajar tenis di Moskow, beralih mewakili Kazakhstan pada 2018 setelah ditawari paket keuangan yang menarik.

Baca Juga: WIMBLEDON 2022: Elena Rybakina Juara Wimbledon Termuda, Bagai Mimpi Jadi Nyata

Keberhasilan Rybakina menjadi juara Wimbledon sebenarnya sangat unik. Rybakina yang menjadi juara di saat para petenis Rusia dan Belarusia dilarang bertanding di Wimbledon tahun ini oleh All England Club, karena invasi yang dipimpin Kremlin ke Ukraina.

Keputusan tersebut telah membuat Wimbledon dan Asosiasi Tenis Rumput Inggris terkena denda sebesar 1 juta dolar oleh WTA, meskipun mereka sedang mengajukan banding.

Dan lebih aneh lagi ketika seorang pemain yang sangat dekat ikatannya dengan Rusia menang, dan yang menyerahkan trofi di Centre Court adalah  Duchess of Cambridge. 

Baca Juga: Duuh...Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Diduga Menyalahgunakan Dana Bantuan Korban Kecelakaan Lion Air

Dan dengan suksesnya Rybakina, Wimbledon memiliki juara muda yang menarik, dan mengingat dia berpaling dari bermain untuk Rusia untuk mewakili Kazakhstan. Artinya hampir tidak ada kemenangan yang dapat diklaim oleh Vladimir Putin sebagai kemenangan besar bagi negaranya di panggung olahraga global.

Elena Rybakina juara Wimbledon 2022
Elena Rybakina juara Wimbledon 2022 (Instagram @wimbledon)


Bisa jadi memang beberapa petinggi di Inggris diam-diam berharap Jabeur akan memenangkan final Wimbledon. Jika petenis nomor dua dunia menang, maka akan menjadi prestasi yang akan dirayakan di seluruh Afrika dan dunia Arab.

Fans juga banyak yang mendukung Jabeur. Pemain berusia 27 tahun itu menjadi favorit berkat gaya bermain tenisnya yang menghibur dan bersemangat, cocok dengan kepribadiannya yang benar-benar menawan.

Baca Juga: BURSA TRANSFER PEMAIN: Cristiano Ronaldo Kepengin Pindah, Tak Betah di Manchester United. Ini Alasan Utamanya

Petenis Tunisia itu, memainkan pertandingan terbesar dalam hidupnya saat Hari Raya Idul Adha berlangsung di negerinya dirayakan. Ia juga memberikan harapan ketika mengambil set pertama dengan cukup mudah. 

Ada kepuasan ketika Jabeur melakukan break di awal set pertama itu, dan dengan tingginya yang hampir 180 cm, Rybakina sering melakukan tembakan ground yang kuat di luar lapangan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Livescore

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X