Indonesia Perlu Benahi Sirkuit Mandalika, Jelang Jadi Tuan Rumah Seri Kedua MotoGP Maret Tahun 2022

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Senin, 6 Desember 2021 | 19:33 WIB
Wolrd Superbike di Sirkuit Mandalika (Instagram @sirkuitmandalikalombok_)
Wolrd Superbike di Sirkuit Mandalika (Instagram @sirkuitmandalikalombok_)

TITIKTEMU.CO - Pelaksanaan balapan World Superbike (WSBK) November lalu terhitung sukses. Namun demikian, tetap ada yang harus dibenahi menjelang pelaksanaan MotoGP di Sirkuit Mandalika, Maret tahun depan.

Beruntung Sirkuit Mandalika telah menggelar terlebih dulu balapan WSBK pada 19--21 November 2021, sehingga sejumlah pelajaran dapat diambil untuk perbaikan.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang saat itu, hadir langsung menyaksikan jalannya lomba mengakui bahwa Indonesia perlu berbenah menjelang MotoGP.

Baca Juga: Menikmati Masakan Olahan Kambing Diiringi Live Music, Nikmat Apalagi Yang Kamu Dustakan...

Perhelatan WSBK menjadi uji coba awal bagi Mandalika Grand Prix Association (MGPA), selaku pengelola Sirkuit Mandalika. 

"Ini sirkuit sudah standar kelas dunia. Kualitas sirkuit ini tentu ada sedikit perbaikan. Tadi Pak Gubernur dan Pak Menhub sepakat akan segera diperbaiki dan selesai Maret. Bulan Maret (2022) akan ada seri MotoGP, yang akan dibuat lebih bagus lagi," kata Luhut saat memberi keterangan pers di Media Center Kominfo di Sirkuit Mandalika, Minggu (21/11/2021) usai balapan berlangsung.

Tak hanya perbaikan sirkuit, Pemerintah Provinsi NTB pun perlu berbenah mengantisipasi membeludaknya penonton saat MotoGP. Mengutip data Badan Pusat Statistik 2020, saat ini di seluruh Bumi Gora baru terdapat sekitar 983 penginapan dengan 10.664 kamar dan 14.969 tempat tidur.

Baca Juga: 6 Bantuan Sosial Cair Desember, Apa Saja? Cekidot!

Saat WSBK digelar, menurut Ketua Mandalika Hotel Association (MHA) Samsul Bahri dalam siaran persnya, Kamis (25/11/2021), tingkat keterisian 54 hotel anggotanya yang berada di The Mandalika mencapai 95 persen. Sebelum WSBK angka itu hanya berada di kisaran 15 persen. 

PT Angkasa Pura I selaku pengelola Bandar Udara Internasional Lombok, gerbang masuk penonton dari luar Pulau Seribu Masjid, juga perlu mempersiapkan diri mengantisipasi terjadi lonjakan penumpang masuk ke Lombok.

Sebelum November 2021, rata-rata pergerakan harian penumpang paling tinggi adalah 3.800 orang. Pergerakan harian pesawat pun tak lebih dari 37 pergerakan per hari pada 1-16 November 2021.

Baca Juga: Diduga Langgar Prokes Lakukan Kunker Saat Positif Covid, Anggota DPRD Blora Dilaporkan ke Polda Jateng

Menurut General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Lombok Nugroho Jati dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/11/2021), angka-angka tadi kemudian naik beberapa hari menjelang WSBK.

Rata-rata pergerakan penumpang mencapai 5.700 orang per hari. Pada 19 November 2021, terjadi arus kedatangan dari 4.241 penumpang dan puncak arus keberangkatan sebanyak 4.077 orang di 22 November 2021. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dalam kurun 2021.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: indonesia.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X