olahraga

Benua Eropa Punya Wakil Paling Banyak Di Piala Dunia 2022. Ini Sebabnya.

Kamis, 10 November 2022 | 18:55 WIB
Bendera Piala Dunia Qatar 2022. Ilustrasi (pixabay.com)

Seperti Liga Champions, Europa League dan masih banyak lagi. Untuk saat ini negara Eropa memang mendominasi papan atas ranking FIFA.

Baca Juga: Tunda Dulu Agenda ke Bali, Ada Pembatasan Penerbangan Reguler 13-17 November 2022 Sehubungan KTT G20

Pada klasemen 20 besar yang diupdate perbulan Oktober 2022. Ada 11 negara yang berasal dari benua Eropa, dari sini kita menyadari bahwa level kekuatan negara-negara Eropa berada di atas negara di benua lain seperti negara di Asia atau Afrika contohnya.

Apalagi jika melihat daftar juaranya, wakil Eropa masih mendominasi dengan 12x negara Eropa mengangkat trofi Piala Dunia.

Sementara sisanya diraih negara-negara Amerika Selatan. Maka sangat masuk akal apabila nilai koefisien UEFA paling tinggi di antara konfederasi lain sehingga mendapat jatah paling banyak di Piala Dunia.

Baca Juga: Ini Tanda Anak Miliki Kecerdasan Di atas Rata rata Sejak Bayi. Kembangkan dan Optimalkan!

Sementara itu jika FIFA mengurangi kuota piala dunia untuk UEFA maka dikhawatirkan hal ini dapat menurunkan pamor dari Piala Dunia itu sendiri. Seperti yang kita ketahui kiblat sepak bola dunia ada di benua Eropa yang diisi negara-negara dengan tradisi sepak bola yang kuat.

Jika kuota UEFA dikurangi maka akan ada banyak negara kuat yang gagal lolos ke Piala Dunia. Sedangkan negara lemah justru berhasil tampil di Piala Dunia karena berada di zona dengan peta persaingan yang relatif ringan.

FIFA tentu tidak ingin hal ini terjadi, sebagai turnamen sepak bola terbesar di dunia yang diselenggarakan setiap 4 tahun sekali,FIFA ingin piala dunia dibuat jauh lebih kompetitif, menarik dan lebih mewah dibandingkan turnamen-turnamen lainnya.

Baca Juga: Ini Resep Bihun Goreng ala Restaurant Chinese Food. Menu Andalan yang Paling Mudah Dibuat dan Enak Rasanya

Bahkan agar lebih menarik lagi pada edisi 2026 nanti FIFA memutuskan untuk menambah jumlah peserta Piala Dunia dari semula 32 menjadi 48 negara.

Dengan bertambahnya jumlah peserta maka bertambah pula kuota yang diberikan untuk setiap konfederasi. Wakil UEFA masih yang terbanyak dengan 16 negara disusul CAF dengan 9 negara serta AFC mendapat slot 8 negara.

Perubahan aturan tersebut membuat konfederasi mendapat jatah otomatis di Piala Dunia. Sebelumnya OFC hanya mendapat jatah 0,5 atau setengah saja artinya negara yang menjadi juara pada kualifikasi di zona Oceania masih harus mengikuti pertandingan play off melawan negara dari konfederasi lain.

Baca Juga: Izin Nikah Beda Agama Di Indonesia, Cek Hukum Pernikahan Beda Agama dalam Islam! Wajib Tahu Sebelum Keliru!

Hal ini sekaligus membuat Piala Dunia 2026, nanti menjadi edisi pertama dimana semua konfederasi telah menjamin partisipasinya. Sebenarnya aturan yang dibuat FIFA saat ini sudah cukup adil dalam pembagian jumlah kuota Piala Dunia.

Halaman:

Tags

Terkini