# Tragedi Heysel, Brussels, Austria (29 Mei 1985)
Juventus vs Liverpool bertanding di Stadion Heysel, Brussels, Austria. Saat partai Final Liga Champions 29 Mei 1985.
Kerusuhan itu terjadi karena saling ejek antar suporter, Akibatnya 39 suporter Juventus tewas dalam kerusuhan tersebut.
Suporter Liverpool dinyatakan bersalah atas tragedi tersebut. UEFA menjatuhkan sanksi berupa pengucilan klub-klub Inggris di sepak bola selama lima tahun.
# Tragedi Kanjuruhan
Kerusuhan di stadion Kanjuruhan, Malang ini terjadi usai pertandingan antara Arema FC Vs Persebaya, di mana tuan rumah kalah dari tim tamu 2-3.
Baca Juga: Rusuh Bola 127 Tewas, Bupati Malang Sanusi: Tangani Semua Korban, Biaya Ditanggung Pemkab!
Aremania, suporter Arema yang kecewa kemudian merangsek ke lapangan dan berujung bentrok dengan aparat keamanan. Keadaan makin kacau, ketika aparat menggunakan gas air mata untuk membubarkan penonton.
Terlebih ketika gas air mata itu juga diarahkan ke tribun. Penonton panik dan berlarian menuju pintu keluar. Akibatnya banyak korban tewas karena jatuh dan terinjak penonton lain.
Hingga Minggu dinihari, sesuai konpers Kapolda Jatim, tercatat 127 orang tewas dan 180 luka-luka. Dua korban tewas adalah aparat kepolisian.
Kejadian kerusuhan di stadion Kanjuruhan Malangh. FIFA berpotensi menjatuhkan hukuman berat untuk sepakbola nasional dengan terjadinya kerusuhan di Kanjuruhan Malang.
Merujuk pada kasus Tragedi Heysel, ada peluang juga sepakbola Indonesia dibekukan. Satu hal yang tidak kita harapkan tentunya. Kita menunggu investigasi dari badan sepakbola dunia tersebut.
Pembekuan atau pengucilan sepakbola Indonesia bukan satu hal yang kita inginkan. Ini bisa berdampak pada Timnas Indonesia yang tengah berada di tren positif. Tentunya pecinta bola tanah air tidak ingin sepakbola Indonesia kembali disanksi FIFA.***