Pada kesempatan tersebut, Hendy juga memberikan apresiasinya kepada kepada seluruh tim LKG BRI, para pelatih, serta semua pihak yang telah mendukung keberhasilan program ini.
Tak lupa, Hendy juga memberikan dukungan kepada tim LKG BRI Indonesia untuk bermain dengan semangat tinggi untuk memenangkan Gothia Cup dan mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia.
Baca Juga: Titik Lokasi Operasi Patuh Candi SOLO 2025, Fokus Tertib Lalu Lintas Demi Indonesia Emas
“Kami sudah melakukan pemantuan pemain sejak awal musim kompetisi dan melakukan penyaringan bertahap sampai terbentuknya tim yang ada saat ini. Mereka adalah para pemain terpilih yang sudah digembleng dengan berbagai macam latihan dan mendapat berbagai pendampingan yang diperlukan. Kami sangat berharap tim ini dapat menjadi juara di Gothia Cup,” kata Direktur Liga Kompas Emilius Caesar Alexey.
Menurut Caesar, Tim LKG BRI Indonesia sudah dilatih dengan lebih baik dan menggunakan bantuan teknologi digital untuk membantu memetakan kelemahan pemain dan kelemahan taktik pada setiap laga, lalu memperbaikinya. Rotasi pemain pada semua posisi juga terus dilakukan sehingga kekurangan pemain pada satu posisi tidak akan terjadi karena banyak pemain yang bisa mengisi beberapa posisi sekaligus.
Rotasi semacam itu sudah dipersiapkan karena tim akan menjalani dua sampai tiga laga dalam sehari selama seminggu untuk menuju final.
Baca Juga: Syarat Penerima Bantuan PIP Terbaru 2025, Cara Cek dan Jadwal Pencairan Dana SD SMP SMA/SMK
Pemimpin Redaksi Kompas Haryo Damardono menyambut baik persiapan maksimal yang sudah dilakukan oleh Tim LKG BRI Indonesia. Menurut Haryo, setelah menjalani kompetisi yang ketat dan pelatihan yang panjang, sudah saatnya Tim LKG BRI Indonesia mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.
Liga Kompas, kata Haryo, digelar pertama kali pada 2010 untuk menjawab ketiadaan pembinaan sepak bola usia dini di Indonesia.
Setelah melewati 13 musim (karena hiatus 3 musim akibat pandemic Covid-19), Liga Kompas berhasil menyumbang puluhan pemain yang pernah membela timnas Indonesia pada berbagai kelompok umur dan timnas senior. Ratusan alumni Liga Kompas juga terjun sebagai pemain profesional di berbagai klub Liga 1 dan Liga 2 Indonesia.***
Artikel Terkait
BRI Dukung Liga Kompas U-14 2024/2025 Jadi Ajang Pembinaan Sepak Bola Usia Dini Terbesar di Indonesia
Dorong Sport Tourism dan Pemberdayaan UMKM Lokal, BRI Hadir di Purwokerto Half Marathon 2025
Resmi Ditutup! BRI Liga 1 2024/2025 Bukti Sinergi Pemberdayaan Olahraga dan UMKM Lewat Sepak Bola
Eks Pelatih Timnas Putri Indonesia Rudy Eka Resmi Latih Tim Wanita Al Nassr FC di Arab Saudi
Melesat 5 Peringkat! Timnas Indonesia Cetak Rekor FIFA Terbaik, Erick Thohir: Alhamdulillah...
Duel Kakak-Adik Memanas! Inilah Klasemen Sementara MotoGP 2025 Jelang Seri Balapan di Sirkuit Sachsenring
Persaingan Grup A Memanas! Timnas Indonesia U 23 Wajib Fokus Hadapi Filipina