DINIHARI NANTI! Dua Raksasa Inggris Yang Sedang Sakit Tottenham Hotspur dan Manchester United Bertemu di Final Liga Europa

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Rabu, 21 Mei 2025 | 19:47 WIB
Tottenham Hotspur Vs Manchester United bertemu di final Liga Europa (ilustrasi oleh Meta AI)
Tottenham Hotspur Vs Manchester United bertemu di final Liga Europa (ilustrasi oleh Meta AI)

TITIKTEMU.CO - Rabu malam ini atau dinihari WIB nanti, stadion San Mamés milik Athletic Club di Bilbao akan menjadi tuan rumah final Liga Europa musim ini.

Untuk ketiga kalinya, final Liga Europa mempertemukan tim-tim sesama Inggris yakni Tottenham Hotspur akan menghadapi Manchester United.

Meskipun Liga Primer boleh merasa bangga karena memiliki tiga wakil di dua final Eropa musim ini (Chelsea akan melawan Real Betis di final Liga Konferensi), namun sentimen pertandingan ini menghadirkan suasana biasa-biasa saja, apalagi kedua finalis Liga Europa itu sedang terpuruk di liga domestik, Liga Premier Inggris.

Baca Juga: SCTV Siarkan Laga Final Perebutan Gelar Juara UEFA Europa League 2024/25

Dua klub yang dianggap dalam tujuh satria Inggris bersama Liverpool, Man City, Arsenal, Chelsea, dan Newcastle United. Keduanya, Manchester United pemegang 20 gelar Liga Inggris, dan Spurs bak dua raksasa yang sedang sakit.

Saat ini posisi Man United di klasemen adalah urutan ke-16 dan Spurs malah lebih buruk lagi, yakni di peringkat ke-17, satu tangga lagi masuk degradasi. Beruntung keduanya bertahan di Liga Inggris karena selisih poin Spurs dengan tim degradasi Leicester City yang berada di urutan ke-18 adalah 13 angka, dengan hanya menyisakan satu laga.

Baca Juga: Apa Itu Badal Haji? Fasilitas Layanan yang Dijanjikan Pemerintah Bagi Jemaah Calon Haji yang Wafat di Saudi

Setelah kalah dari Chelsea pada hari Jumat, United asuhan Ruben Amorim mengalami kekalahan liga ke-18 mereka musim ini, menjadikannya musim terburuk mereka sejak 1973-74, ketika mereka menderita 20 kekalahan dan terdegradasi dari divisi utama.

Mereka juga mengalami delapan pertandingan tanpa kemenangan di liga dan berada di posisi ke-16. Sementara itu, Spurs berada di posisi ke-17, telah kalah dalam 25 pertandingan di semua kompetisi, sebuah rekor yang tidak diinginkan bagi mereka dalam satu musim, dan hanya meraih satu kemenangan liga sejak 6 April.

Baca Juga: Alumni SMA Taruna Nusantara Dan UGM Bimo Wijayanto, Dirjen Pajak Baru yang Ditunjuk Presiden Prabowo Gantikan Suryo Utomo

Ini adalah dua tim yang buruk, bermain di musim yang menyedihkan, tanpa gaya, agresi, atau permainan. Namun hadiahnya? Keduanya berkesempatan mendapat sebuah trofi dan kesempatan gemilang untuk mendapatkan tempat di Liga Champions.

Ironis. Salah satu dari mereka ambil bagian dalam kompetisi Eropa terbesar musim depan, sementara tim seperti Chelsea, Aston Villa, dan Nottingham Forest mungkin akan absen.

Baca Juga: Ibrahim Sjarief Wafat di Usia 47 Tahun, Suami Najwa Shihab Itu Dikenal Luas sebagai Lawyer Terkemuka

Namun, sejak kapan sepak bola menjadi adil? Fans sepak bola seluruh dunia harus menerima hal ini dan mengingat amanat abadi bahwa dalam permainan sepak bola, bukan penonton yang menuliskan sejarahnya, melainkan sepak bola itu sendiri. Dan ini adalah final, suka atau tidak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi TITIKTEMU

Sumber: ESPN

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X