Mengenal Vaksin Baru Novavax Yang Akan Masuk Indonesia

photo author
Dwi Soewanto, TitikTemu.co
- Sabtu, 21 Agustus 2021 | 07:00 WIB
Ilustrasi vaksin (Istimewa)
Ilustrasi vaksin (Istimewa)

TITIKTEMU.CO

JAKARTA - Menteri kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, pemerintah Indonesia akan mendatangkan 50 juta vaksin jenis Novavax dari Amerika. Kedatangan vaksin jenis baru ini masih dalam proses persetujuan Food and Drug Administration (FDA) atau badan pengawas obat dan makanan di Amerika.


Dengan tambahan vaksin baru itu, berarti ada 7 jenis vaksin Covid-19 yang akan digunakan untuk pelaksanaan program vaksinasi di Indonesia, yakni vaksin produksi PT Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer Inc and BioNTech, dan Sinovac.

Baca Juga: Indonesia Akan Tambah Satu Jenis Vaksin Baru. IBaca Juga: Awas, Salah Olah Bahan Makanan Bisa Membuat Keracunan ni Jenis Vaksin Baru Yang Akan Dipakai di Indonesia

Tentang Novavax
Vaksin Novavax diproduksi Novvax inc, sebuah perusahaan bioteknologi di Amerika. Perusahaan ini mempromosikan peningkatan kesehatan secara global melalui penemuan, pengembangan, dan komersialisasi vaksin inovatif untuk mencegah penyakit menular yang serius.

Pihak Novavax mengklaim memiliki pengalaman lebih dari satu dekade dalam menghadapi beberapa penyakit paling mematikan di dunia, termasuk COVID-19, influenza musiman, RSV, Ebola, MERS, dan SARS.

Baca Juga: Alhamdulillah, Indonesia Sudah Memiliki Hampir 200 Juta Dosis Stok Vaksin. Apa Saja Jenis Yang Tersedia??
Vaksin ini merupakan produk baru vaksin Covid-19 dengan memanfaatkan teknologi vaksin nanopartikel rekombinan, yang mampu memberikan kekebalan lebih kuat dan (mungkin) lebih manjur daripada kekebalan alami atau vaksin tradisional.
“Kami memproduksi kandidat vaksin untuk merespon secara efisien dan efektif terhadap ancaman penyakit yang diketahui maupun yang akan muncul.” Ungkap Stanley Erck, Presiden dan Chief Executive Officer Novavax inc, melalui akun novavac.com

Baca Juga: Kondisi Penanganan Covid 19 Nasional Alami Perbaikan. Mana 5 Daerah Yang Terbaik Perkembangannya?
Menurut Erick, teknologi vaksin nanopartikel rekombinan ini merupakan gabungan kekuatan dan kecepatan rekayasa genetika yang secara efisien menghasilkan partikel kelas baru yang sangat imunogenik dan menargetkan berbagai patogen virus. Erick mengklaim, Rekayasa vaksin rekombinan tersebut memberikan kekebalan fungsional.


“Kami akan memanfaatkan pengalaman kami dalam mengembangkan kandidat vaksin untuk beberapa ancaman virus terberat di dunia dan menggunakan kekuatan platform vaksin nanopartikel rekombinan kami yang inovatif, yang diperkuat oleh adjuvant Matrix-M™, untuk mengatasi kebutuhan mendesak dan mengurangi risiko terpapar segala jenis virus.” Katanya.

Baca Juga: Ingin Terhindar dari Covid-19? Stop kebiasaan Ngupil!
Belum jelas kapan vaksin ini akan masuk Indonesia, karena berdasarkan laporan Reuters, pada awal Agustus lalu Novavax Inc belum mendapat otorisasi pemerintah AS untuk mendistribusikan vaksin COVID-19.


Pihak Novavac sebelumnya mengatakan akan mencari otorisasi penggunaan darurat (EUA) dari Administrasi Makanan dan Obat-obatan (FDA) AS pada kuartal ketiga 2021. Tetapi ditunda dan akan diajukan pada kuartal keempat.
"Ini masalah menyelesaikan pekerjaan validasi untuk menunjukkan konsistensi dalam proses pembuatan vaksin ke FDA,” kata Chief Executive Officer Stanley Erck melalui Reuters.


Dia menambahkan, beberapa negara di dunia telah memesan untuk mendapatkan vaksin Novavax, seperti India, Filipina dan Indonesia.
"Pada tahap awl, kami memang akan prioritaskan ke negara-negara berpenghasilan rendah, di mana kami akan dapat mendukung permintaan kritis yang belum terpenuhi untuk vaksinasi primer," kata Erck.


Terlepas dari data klinis yang menjanjikan, perusahaan yang berbasis di Maryland ini tertinggal dari pembuat vaksin saingan seperti Pfizer Inc (PFE.N) dan Johnson & Johnson (JNJ.N).


Novavax juga telah berulang kali menunda pengajuan peraturan dan garis waktu untuk meningkatkan produksi karena masih berusaha mendapatkan bahan baku dan peralatan yang dibutuhkan untuk memproduksi vaksin. Meski demikian, Erck mengatakan Novavax tetap konsisten untuk memproduksi 100 juta dosis vaksin setiap bulan. (ewa)***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Reuters

Tags

Rekomendasi

Terkini

X