Harlah Satu Abad NU, Ketua Umum PP Muhammadiyah Ucapkan Selamat: Semoga Semakin Besar dan Digdaya

photo author
Ipiek Riyanto, TitikTemu.co
- Selasa, 7 Februari 2023 | 16:31 WIB
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, menyampaikan Selamat Harlah Satu Abad NU (Nahdlatul Ulama ) (Tangkapan layar Youtube Muhammadiyah Channel)
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, menyampaikan Selamat Harlah Satu Abad NU (Nahdlatul Ulama ) (Tangkapan layar Youtube Muhammadiyah Channel)

TITIKTEMU.CO, YOGYAKARTA - Nahdlatul Ulama (NU) merayakan hari lahir ke-100 atau satu abad dirayakan pada Selasa, 7 Februari 2023/16 Rajab 1444 Hijriah.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir menyampaikan ucapan selamat atas peringatan satu abad Nahdlatul Ulama (NU).

"Kami mengucapkan selamat satu abad NU, semoga NU semakin besar, semakin kuat sebagaimana temanya," kata Haedar seperti dikutip dari kanal YouTube Muhammadiyah, Selasa (7/2/2023).

Baca Juga: Sejumlah Negara Tawarkan Bantuan Untuk Korban Gempa Turki, KBRI Buat Contact Center, Lazismu Galang Dana

Baca Juga: GEMPA TURKI, korban tewas terus meningkat menjadi 3.500-an orang. Belum Ada Kabar WNI Menjadi Koban Tewas

Haedar melanjutkan, Ibarat kesaktian atau kedigdayaan para pendekar bukan hanya pada kekuatan ragawi, tetapi juga rohani dalam wujud keluhuran batin, welas asih, kebijaksanaan, membela yang terzalimi, serta tegak lurus di atas kebenaran dan kebaikan yang utama.

Haedar Nashir berharap NU menjadi ormas Islam Indonesia yang bangkit dan makin digdaya, sebagaimana spirit yang terkandung dalam tema "Mendigdayakan Nahdlatul Ulama Menjemput Abad ke-2 Menuju Kebangkitan Baru".Haedar menyebut kedua organisasi Islam itu menjadi jalan tengah integrasi keumatan dan kebangsaan.

Baca Juga: Waspada Modus Penipuan Via WhatsApp Mengatasnamakan Bank. Jaga Data Pribadi

Baca Juga: Penipuan Online Kian Beragam Modusnya, Termasuk Via Undangan Pernikahan Digital. Begini Cara Menghindarinya

Menurutnya Muhammadiyah dan NU sudah lama berbarengan dalam membangun bangsa dengan kekhasannya masing-masing.

Dengan perbedaan karakter kedua organisasi Islam di Indonesia ini, keduanya terus membangun bangsa yang utamanya melalui pendidikan.

"Ada dinamika hubungan yang itu wajar dalam sebuah keluarga besar, yang telah membangun bangsa ini di bidang pendidikan dengan spesifikasi yang berbeda," lanjutnya.

Baca Juga: Jurnalis Menjadi Pengusaha Media? Bukan Impian Lagi. Ikuti Caranya Dalam Seminar Promedia Teknologi di Medan

Baca Juga: Ketua OSIS Bisa diterima di IPB University Tanpa Test, Begini syarat, jadwal dan cara mendaftarnya

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Muhammadiyah

Tags

Rekomendasi

Terkini

X