TITIKTEMU.CO - Pasca Hari Kesehatan Mental Sedunia 2022 yang jatuh pada 10 Oktober, pasti tak asing jika membahas tentang gangguan Bipolar. Istilah Bipolar kerap muncul di media sosial sebagai istilah yang berkaitan dengan gangguan kejiwaan. Gangguan ini juga dikenal sebagai gangguan ini juga dikenal sebagai manik depresi.
Untuk memahami lebih lanjut, berikut penjelasan tentang serba serbi bipolar.
Seperti yang dilansir titiktemu.co dari psychologytoday.com, gangguan bipolar adalah kondisi berulang yang melibatkan suasana hati yang kerap berpindah dari puncak maniak hingga depresi.
1. Penyebab Gangguan Bipolar
Gangguan bipolar dapat disbabkan oleh faktor genetik dan lingkungan. Penyebabnya berbeda beda pada setiap orang.
Peristiwa masa kecil dapat menjadi trauma yang berperan mamicu adanya gangguan bipolar pada mereka yang rentan. Peneliti menyatakan begitu gangguan bipolar terjadi, pengalaman masa lalu dapat memicu kkambuhannya.
Baca Juga: Serba Serbi Hari Kesehatan Mental Sedunia 2022 dan Kaitannya dengan COVID-19
2. Usia Umum Penderita Gangguan Bipolar
Banyak penderita gangguan bipolar berkembng pada akhir menjelang usia 19 tahun atau awal 20 tahunan. Meski demikian, tak menutup kemungkinan gejala dapat muncul pada anak-anak usia sekitar 6 tahun.
Namun pada umumnya, rata-rata episode mania, hipomania atau depresi yakni 18 tahun untuk Bipolar I dan pertengahan 20an untuk Bipolar II.
3. Cara Mengatasi Gangguan Bipolar
Gangguan bipolar merupakan penyakit berulang, maka pengobatan yang tepat adalah pengobatan jangka panjang. Terkadang pasien akan diberikan obat penstabil suasana hati.
Selain obat, terdapat nutrisi yang mendukung pengobatan. Studi menunjukkan bahwa asam lemak omega 3 dapat membantu fungsi sel otak.
Baca Juga: Siapkan Mental! Orphan: First Kill Hadir dalam Blu-ray dan DVD!
Cara lain untuk mengobati gangguan bipolar adalah terapi perilaku kognitif. Terapi ini membantu pasien membingkai ulang pikirannya yang berbahaya agar suasana hati dan perilakunya berubah.
Selain itu, ada terapi interpersonal dan terapi yang berfokus keluarga serta pendekatan psikoedukasi. Terapi yang berfokus keluarga ini efektif untuk mengatasi gangguan bipolar pada anak-anak dan remaja.
Baca Juga: Siapa Rex Orange County yang Diduga Melakukan Pelecehan Seksual Ke Wanita 6 Kali
Itulah penjelasan singkat tentang penyebab bipolar, usia penderita dan cara mengatasinya. Hidup dengan gangguan bipolar tentu cukup mengganggu. Oleh karena itu, diperlukan penanganan yang tepat hingga penderita mampu mempelajari keterampilan dan menerapkan strategi untuk menjaga kehidupan mereka agar stabil.***
Artikel Terkait
Siapkan Mental! Orphan: First Kill Hadir dalam Blu-ray dan DVD!
Serba Serbi Hari Kesehatan Mental Sedunia 2022 dan Kaitannya dengan COVID-19
Siapa Rex Orange County yang Diduga Melakukan Pelecehan Seksual Ke Wanita 6 Kali