TITIKTEMU.CO - Hari Kesehatan Mental Sedunia diperingati pada 10 Oktober setiap tahunnya. Berikut penjelasan tentang serba serbi Hari Kesehatan Mental Sedunia dan kaitannya dengan COVID-19.
Di Indonesia kesehatan mental mulai diperhatikan saat Pandemi COVID-19. Hal ini terbukti dengan banyaknya layanan konseling dari Psikolog gratis bagi orang yang terdampak COVID-19.
Baca Juga: Siapkan Mental! Orphan: First Kill Hadir dalam Blu-ray dan DVD!
Seperti yang dilansir dari news18, tahun ini, Hari Kesehatan Mental Sedunia bertema “Make mental health & well-being for all a global priority.” atau yang diterjemahkan bahasa Indonesia yakni “Jadikan kesehatan mental dan kesejahteraan sebagai prioritas global.”
Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menyatakan sebelum Pandemi COVID-19, sekitar satu di antara 8 orang mengalami gangguan jiwa. Sayangnya, sarana dan prasarana serta perekonomian untuk menangani kesehatan mental masih kurang.
Seperti yang dilansir titiktemu.co dari psychologytoday.com, COVID telah mengubah kondisi seseorang dari berbagai aspek.
Baca Juga: Hari Kesehatan Mental Sedunia: Kesehatan Mental Sama Pentingnya dengan Kesehatan Jasmani
Muncul istilah ‘Long COVID’ untuk menggambarkan kondisi pasca COVID. Istilah tersebut kini disebut secara resmi oleh WHO dengan ‘Post Covid-19 Condition’. Gejala ini berlangsung selama 3 bulan seperti kelelahan, sesak nafas, disfungsi kognitif dan lain sebagainya.
Terdapat sebuah penelitian bahwa pasien Long COVID mengalami peningkatan risiko gangguan mental secara keseluruhan. Gangguan mental tersebut seperti depresi berat, gangguan kecemasan, psikotik, stress, dan lain-lain.
Sejarah Hari Kesehatan Mental
Berkaitan dengan sejarah Hari Kesehatan Mental, melansir dari news18, Wakil Sekretaris Jenderal World Federation for Mental Health (WFMH) Richard Hunter adalah pelopor perayaan Hari Kesehatan Mental Sedunia yakni 10 Oktober 1992. Kemudian sejak 1994 hingga kini, selalu muncul tema yang menarik. WFMH adalah organisasi non-pemerintah.
Baca Juga: Ini Manfaat Sarang Burung Walet: sumber antioksidan, turunkan risiko penyakit jantung & bagus untuk ibu hamil!
Tujuan Hari Kesehatan Mental
Peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia ini agar tercipta kesadaran terkait masalah kesehatan mental. Peringatan ini juga bertujuan agar kesehatan mental menjadi isu yang diperhatikan dan jadi kesadaran publik.
Hari ini juga merupakan peluang bagi pekerja di bidang kesehatan mental agar memperbanyak diskusi terkait kesehatan mental. Selain itu, agar para profesional menemukan cara perawatan kesehatan mental untuk semua orang.***
Artikel Terkait
Hari Kesehatan Mental Sedunia: Kesehatan Mental Sama Pentingnya dengan Kesehatan Jasmani
SNMPTN: Prodi Soshum Undip, Peminat Terbanyak Psikologi, Persaingan Tertinggi Ilmu Komunikasi
Siapkan Mental! Orphan: First Kill Hadir dalam Blu-ray dan DVD!