Bahaya Gas Air Mata Kadaluarsa Menurun? Peneliti: Jauh Lebih Berbahaya dan Meracuni Manusia!

photo author
Annisa Fianni Sisma, TitikTemu.co
- Senin, 10 Oktober 2022 | 21:18 WIB
Serba Serbi Pasca Tragedi Kanjuruhan (www.reuters.com)
Serba Serbi Pasca Tragedi Kanjuruhan (www.reuters.com)

TITIKTEMU.CO - Kericuhan di Stadion Kanjuruhan masih dalam proses pemeriksaan. Kali ini, Kepolisian Negara Republik Indonesia membenarkan adanya gas air mata kadaluarsa yang digunakan di Stadion Kanjuruhan.

Melansir dari Antara, ada beberapa gas air mata tersebut yang dikeluarkan tahun 2021. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Dedi Prasetyo.

Gas air mata atau chlorobenzylidene malononitrile (CS) atau tear gas yang digunakan saat itu berwarna merah, biru, dan hijau. Dedi menyatakan penggunaan gas air mata sesuai dengan eskalasi massa dan tingkat kontinjensi yang terjadi.

Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan: 2 orang terdekat Elmiati terenggut nyawanya. 'Mereka terus menembak dan menembak'

Gas air mata berwarna hijau berupa smoke atau asap. Saat ditembakkan, terjadi ledakkan di udara dengan asap berwarna putih. Gas air mata selanjutnya berwarna biru yang berguna menghalau massa bersifat sedang.

Kemudian gas air mata berwarna merah berguna mengurangi massa dalam jumlah besar. Dedi menyatakan, gas air mata dalam tingkat tertinggi pun tidak mematikan.

Menurut Dedi, penggunaan gas air mata kadaluarsa tidak mengganggu kesehatan. Bahan kimia ini bagnya berkebalikan dengan sifat makanan. Ketika kadaluarsa kadar kimianya berkurang. Efektifitasnya pun berkurang.

Saat gas air mata ditembakkan, akan muncul partikel seperti serbuk bedak. Kemudian partikel tersebut meledak dan timbul partikel kecil yang dihirup dan jika terkena mata menyebabkan rasa perih. Dedi menambahkan jika masanya kadaluarsa, kemampuan gas air mata juga menurun.

Baca Juga: Serba Serbi Pasca Tragedi Kanjuruhan: Sorotan Media Internasional Hingga Keputusan FIFA

Namun melansir dari nationalgeographic.grid.id yang membahas tentang gas air mata kadaluarsa di Indonesia. Terdapat 3 jenis gas air mata yang umum digunakan yakni CS (chlorobenzylidene malononitrile), gas CN (chloroacetophenone), dan semprotan merica untuk pertahanan individual.

Gas air mata akan bekerja dengan mengiritasi selaput lendir pada mata, paru-paru, hidung, dan mulut. Efek ini akan terasa 30 menit kemudian.

Gejala yang muncul yakni sesak nafas, iritasi kulit, produksi air liur yang berlebih, serta nyeri dada. Efek yang lebih parah dapat berdampak pada sistem pencernaan, muntah, dan diare.

Baca Juga: Yohanes Prasetyo Saksi Mata Tragedi Kanjuruhan Turun dan Memohon Ke Polisi: Tolong Jangan Tembak Gas Air Mata

Bahaya gas air mata kadaluarsa, komponen gas air mata tersebut akan terurai menjadi senyawa yang lebih sederhana. Pendapat efektifitas gas air mata menurun ketika kadaluarsa benar-benar keliru.

Menurut Dosen Kimia Simon Bolivar University, Monica Krauter yang telah meneliti gas air mata kadaluarsa mengatakan gas tersebut dapat terurai menjadi gas sianida, nitrogen, dan fosgen. Jadi, efektifitas bukan menurun tetapi gas air mata akan lebih berbahaya.

Senyawa gas air mata kadaluarsa yang terurai tersebut justru meracuni manusia. Jika terpapar dalam jumlah kecil, gas sianida dapat mudah larut dengan lendir. Namun, jika sebaliknya, sel tubuh akan kesulitan menjalankan fungsinya bahkan merusak berbagai organ tubuh.

Baca Juga: Temuan TGIPF: Kanjuruhan tak layak gelar pertandingan berisiko tinggi. Ada apa antara Jokowi dan PSSI ?

Fosgen disebut merupakan gas paling berbahaya. Gas ini tidak berwarna maupun berbau sehingga sulit dideteksi. Fosgen akan menyebabkan iritasi, sesak nafas, dan batuk parah, serta bahkan mengganggu fungsi jantung.

Selain itu, nitrogen yang merupakan gas penyusun 78% atmosfer bumi ini aman jika bercampur dengan oksigen dalam jumlah tertentu. Sayangnya, gas nitrogen murni malah berbahaya karena dapat menghambat fungsi oksigen dalam sel tubuh.

Oleh karena itu dapat disimpulkan dampak gas air mata kadaluarsa sangat berbahaya bagi tubuh. Senyawa gas air mata kadaluarsa dapat terurai menjadi gas sianida, nitrogen, dan fosgen yang sangat lebih berbahaya jika terkena manusia.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Annisa Fianni Sisma

Sumber: Website

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X