Desa Wisata Sudaji akan dikunjungi Delegasi KTT G-20 di Bali. Ini pesona alam dan budayanya

photo author
Leonardo Pamungkas, TitikTemu.co
- Selasa, 20 September 2022 | 18:01 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno foto bersama para turis asing (pic/instagram)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno foto bersama para turis asing (pic/instagram)

TITIKTEMU.CO - Desa Wisata Sudaji yang berada di Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali ini pernah masuk dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.

Oleh karena itu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menetapkan Desa Wisata Sudaji sebagai salah satu destinasi yang akan dikunjungi delegasi KTT G-20.

Desa Wisata Sudaji memiliki segudang prestasi dan pesona yang penuh daya tarik. Desa Wisata Sudaji menonjolkan kearifan lokal hingga alamnya.

Baca Juga: Jadi Orang Terakhir yang Memimpikan Eril, Atalia Merasakan Ini

Desa wisata ini sudah dirintis sejak 2008. Desa ini memiliki iklim tropis. Pertanian menjadi andalan. Karena beriklim tropis itu padi, buah-buahan, dan kacang-kacangan tumbuh subur.

"Desa Wisata Sudaji ini juga dapat menjadi penopang kekuatan dan ketahanan pangan bukan hanya di Bali tapi di seluruh Indonesia," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekaf) Sandiaga Uno, beberapa waktu lalu.

Sementara menurut perintis sekaligus Ketua Desa Wisata Sudaji, Gede Suharsana. "Konsep kami menjaga  alam, budaya, dan seperti nyegara gunung. Kami juga punya bukit Sudaji, dan sungai yang mengalir sampai Sangsit hingga Kerobokan. Lalu, kami juga punya persawahan dan Subak yang aktif dan seperti dulu kala karena tidak kami rubah sama sekali," ungkapnya beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Penderita Diabetes Pantang Komsumsi Buah Pepaya. Mitos kah?

Tak hanya mengandalkan kekuatan pertanian, warga Desa Sudaji masih mempertahankan seni budaya yang ada. Seperti tarian Prabawaning Sudaji. Tarian ini menggambarkan masyarakat desa yang tengah bercocok tanam.

Selain Tari Prabawaning Sudaji, ada pula tarian Baleganjur Tunjung Sakti. Tarian ini melambangkan kebangkitan.

Dan untuk setiap tahun atau tepatnya setiap purnama sasih karo, desa ini menyelenggarakan
Festival Bukakak.

Baca Juga: Rebo Wekasan Dipercaya Allah akan Turunkan Bala? Begini Menurut Buya Yahya

Festival yang dilakukan secara turun-temurun yang merupakan bentuk ucapan syukur kepada Tuhan atas tanah yang subur dan panen yang melimpah.

Festival ini diawali dengan Pujawali di Pura Desa setempat. Lalu warga akan mengarak dua bukakak dari dua arah yang berlawanan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Teguh Argari Bisono

Sumber: infopublik.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X