Bagaimana Nasib Negara Persemakmuran Setelah Ratu Elizabeth Wafat, Ini Kata Analis UNS

photo author
AB Soleh, TitikTemu.co
- Minggu, 11 September 2022 | 18:00 WIB
Potret Ratu Elizabeth II  (www.oprahdaily.com)
Potret Ratu Elizabeth II (www.oprahdaily.com)

Wafatnya Ratu Elizabeth II secara otomatis mengalihkan tampuk kekuasaan kepada putra sulungnya, Pangeran Charles, yang berstatus sebagai ahli waris takhta.

Charles yang dulunya dianugerahi Pangeran Wales bahkan sudah naik takhta menjadi Raja Charles III setelah Dewan Aksesi mengumumkan gelar barunya sebagai pemimpin monarki pada Sabtu (10/9).

Pangeran Charlesresmi diangkat menjadi Raja Inggris dalam sebuah  Dewan Aksesi di Istana St James di London, Inggris, Sabtu (10/9)
Pangeran Charlesresmi diangkat menjadi Raja Inggris dalam sebuah Dewan Aksesi di Istana St James di London, Inggris, Sabtu (10/9) (pic/Raja Kerajaan Inggris, Charles III)

Meskipun proses transfer kekuasaan dari Ratu Elizabeth II yang wafat kepada Raja Charles III berjalan damai, ada beberapa faktor yang diperkirakan mengganjal pamor Sang Raja.

Salah satunya adalah insiden meninggalnya Putri Diana akibat kecelakaan mobil bersama kekasihnya, Dody Al Fayed, di Paris, Prancis pada tahun 1997 silam. Insiden tersebut menyudutkan nama Raja Charles III, termasuk Ratu Elizabeth II, yang diduga berkonspirasi untuk menghilangkan nyawa Putri Diana yang berencana menikahi Dody Al Fayed.

Tidak berhenti sampai di situ, keberadaan Camilla Parker Bowles sebagai istri baru Raja Charles III tidak kalah kontroversial setelah keduanya menikah pada 9 April 2005 silam.

Menurut Agung Satyawan, Ph.D, aroma perselingkuhan yang mendera bahtera rumah tangga Raja Charles III dan Putri Diana memang mengguncang Kerajaan Inggris. Namun, untuk keputusan Raja Charles III menikahi Camilla disebutnya hanya masalah waktu.

Baca Juga: Profil Lengkap Ratu Elizabeth II: Keluarga, Perjuangan, Masa Pemerintahan dan Kutipan

“Bahkan (red: Camilla) pernah ditolak oleh publik. Namun, setelah berjalannya waktu, publik akhirnya dapat menerima Camilla dalam jajaran keluarga kerajaan. Pangeran Charles dengan isterinya sering tampil dimuka umum,” tuturnya.

Hubungan dengan Pangeran Harry

Selain dua masalah yang sudah disebutkan, Agung Satyawan, Ph.D menyampaikan, Raja Charles III memiliki dua pekerjaan rumah yang perlu untuk dirampungkan.

Salah satunya adalah kemampuan Raja Charles III untuk meyakinkan Negara-negara Persemakmuran bahwa mereka akan lebih sejahtera di bawah Britania Raya.

“Ketika Raja Charles III naik takhta, maka otomatis ia adalah simbol sebagai kepala negara, tidak hanya untuk Britania Raya saja namun juga negara-negara persemakmuran,” ungkap Agung Satyawan, Ph.D.

Potret Ratu Elizabeth II bersama keluarga
Potret Ratu Elizabeth II bersama keluarga (www.oprahdaily.com)

Di samping itu, Agung Satyawan, Ph.D menilai Raja Charles III perlu mendamaikan hubungan di antara anggota intinya. Pasalnya Kerajaan Inggris sempat diterpa isu kurang mengenakan usai pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: AB Soleh

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X