TITIKTEMU.CO - Dalam pertemuannya dengan Presdien Vladimir Putin Putin, tanggal 30 Juni di Istana Kremlin, Presiden Joko Widodo mengungkapkan mereka pernah bertemu di Sochi pada 2016.
Kali ini Jokowi berkunjung ke Moskow, tidak hanya sebagai Presiden Indonesia, tetapi juga sebagai Ketua G20.
Presiden Jokowi mengungkapkan, pertama, ia ingin mengucapkan terima kasih kepada Presiden Putin atas sambutannya di Moskow.
Baca Juga: Lebih Baik Kurban Patungan Sapi atau Kambing Sendiri? Begini Kata Gus BahaBaca Juga: Lebih Baik Kurban Patungan Sapi atau Kambing Sendiri? Begini Kata Gus Baha
“Kami membahas beberapa hal dan ada beberapa hal yang saya bicarakan selama pertemuan kami. Pertama, isu-isu yang berkaitan dengan perdamaian dan kemanusiaan selalu menjadi prioritas kebijakan luar negeri Indonesia,” katanya, seperti dilansir di laman resmi Presiden Rusia.
“Konstitusi Indonesia mengharuskan Indonesia untuk selalu berusaha memberikan kontribusinya sendiri untuk memastikan perdamaian di seluruh dunia. Inilah konteks kunjungan saya ke Kiev dan sekarang ke Moskow,” tambah Presiden Jokowi.
“Seperti yang saya katakan di Kiev, meskipun situasi saat ini masih sangat sulit, saya akan tetap mengatakan bahwa penting untuk bergerak menuju penyelesaian damai dan dialog terbuka. Saya menyampaikan pesan Presiden Zelensky kepada Presiden Putin dan mengatakan saya siap membantu menjalin kontak antara kedua pemimpin,” paparnya.
Baca Juga: IN MEMORIAM TJAHJO KUMOLO (2): Presiden Jokowi Nyatakan Almarhum Tokoh Teladan dan Nasionalis
“Dan kami menyempatkan diri untuk membahas kerjasama antara Rusia dan Indonesia tidak hanya dalam kegiatan investasi dan perdagangan tetapi juga di bidang pariwisata. Kami akan melanjutkan kerja sama ini dan akan membentuk kelompok kerja untuk membahas masalah ini secara menyeluruh.”
Sebagai Ketua G20, Indonesia akan terus berupaya memperkuat kelompok dalam situasi sulit saat ini, melawan pandemi, serta memastikan G20 terus menjadi katalisator dalam pemulihan ekonomi global.
“Saya ingin mengatakan beberapa hal. Saya menghargai Anda mulai berbicara kepada kami tentang situasi ini, karena perang memiliki dampak besar pada makanan. Perang ini berdampak tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi masyarakat dunia, karena Rusia dan Ukraina termasuk salah satu lumbung pangan dunia,” ungkapnya.
Oleh karena itu, upaya untuk memulihkan rantai pasokan global akan sia-sia tanpa mengintegrasikan pasokan makanan dan pupuk Rusia dan pasokan biji-bijian Ukraina .***
Artikel Terkait
Kunker ke Batang, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Jajal Mobil Listrik
Presiden Jokowi: Jangan Ada Lagi Kota di Ukraina yang Rusak Akibat Perang
Haji 2022 : Cuaca Arab Saudi Sangat Panas, Jemaah Indonesia Harus Banyak Istirahat. Total Meninggal 16 Orang
Haji 2022 : Arab Saudi Tetapkan Wukuf Jumat, Idul Adha Sabtu 9 Juli
PERTEMUAN JOKOWI-PUTIN (1): Putin Ingatkan Jokowi, Rusia Bantu Perkuat Posisi Awal RI di Kancah Internasional