Perkuat Kolaborasi Membumikan Pancasila, BPIP Jalin Sinergi dengan Kodam V/Brawijaya

photo author
Agus Hermanto, TitikTemu.co
- Jumat, 25 Maret 2022 | 21:15 WIB
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Prof. Drs. Yudian Wahyudi MA, Ph.D melakukan kunjungan kerja Kodam V/Brawijaya, Surabaya (BPIP)
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Prof. Drs. Yudian Wahyudi MA, Ph.D melakukan kunjungan kerja Kodam V/Brawijaya, Surabaya (BPIP)

"Kami sangat mengapresiasi kedatangan BPIP dan siap mendukung semua program dan kegiatan BPIP dalam.pembumian Pancasila," terangnya.

Kepala BPIP Prof. Drs. Yudian Wahyudi MA, Ph.d bersama Pangdam V/Brawijaya  Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Nuchahyanto, M.Sc
Kepala BPIP Prof. Drs. Yudian Wahyudi MA, Ph.d bersama Pangdam V/Brawijaya Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Nuchahyanto, M.Sc (BPIP)

Baca Juga: Liga Champions: Misi Balas Dendam Carlo Ancelotti di Stamford Bridge yang Pernah Dipecat Abramovich di Chelsea

Ia juga mengakui banyak program yang dibuat bahkan sudah berjalan, baik mengenai pembangunan infrastrukur seperti program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) maupun penguatan kebangsaan termasuk Penanaman nilai-nilai Pancasila.

"Bahkan kami sudah ada beberapa kampung Pancasila yang dibentuk," tegasnya.

Pelaksana Tugas Sekretaris Utama BPIP Dr. Drs. Karjono, S.H., M.Hum juga mengatakan BPIP kini telah memiliki mata ajar pendidikan Pancasila bagi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sampai dengan Pergurian Tinggi.

Baca Juga: SBMPTN : Jossssss….Si Kembar Tiga Lolos Dalam Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Airlangga (Unair) Surabaya

Menurutnya dasar tersebut adalah terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022 tentang perubahan PP Nomor 57 tahun 2021 Tentang Standar Nasional Pendidikan.

"Salah satu keuntungan PP 4 adalah Pencasila menjadi paling utama dalam mata ajar, sedangkan Kewarganegaraan menjadi bagian dari Pendidikan Pancasila", pungkasnya.

Ia berharap dengan ditandatanganinya PP tersebut oleh Presiden,  Pangdam V/Brawijaya dapat mensosialisasikannya sampai tingkat Bintara Pembina Desa (Babinsa).

Baca Juga: Pendamping Korban Dugaan Penipuan Robot Trading, Ancam Tuntut Rp 1 Trilyun, Pihak yang akan Menggugatnya Balik

"Kami berharap nannti berkenan terus disosialisasikan mata ajar Pancasila dengan cara kekinian,” ucapnya.

Ia mengaku dalam mata ajar Pendidikan Pancasila tersebut terdapat 75 persen dengan metode peraktek dan 35 persen teori.

"Kemarin dengan Kasad banyak hal yang dibahas, salah satunya dengan adanya kebijakan-kebijakan itu TNI dan BPIP sejajar dalam memberantas radikalisme,” tutupnya.

Baca Juga: GP Formula 1: Sebastian Vettel Gagal Ikut Balapan F1 untuk Kedua kalinya karena Covid

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Agus Hermanto

Sumber: BPIP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X