Antisipasi Omicron, Pemerintah Siapkan 120 Ribu Tempat Tidur Rumah Sakit di Seluruh Indonesia

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Kamis, 6 Januari 2022 | 09:27 WIB
Ilustrasi virus Omicron (Sutterstocks)
Ilustrasi virus Omicron (Sutterstocks)

TITIKTEMU.CO, JAKARTA - Virus Covid-19 varian Omicron bertambah memapar di Indonesia. Tercatat hingga tanggal 4 Januari 2022, sudah ada 254 pasien covid omicron sejak terdeteksi pertama kali masuk Indonesia 16 Desember 2021 lalu.

Varian Omicron yang terdeteksi pertama kali di Afrika Selatan itu dikenal sangat mudah menular, 6 kali lebih cepat dari varian delta yang membuat ledakan gelombang kedua, pertengahan tahun lalu.

Menurut juru bicara vaksinasi covid-19 Kemenkes Nadia Tarmizi, dari 254 pasien itu, 139 merupakan mereka yang terpapar setelah pulang dari perjalanan luar negeri (imported cases) dan 15 lainnya, merupakan transmisi lokal.

Baca Juga: PTM 100 Persen di Solo Mulai Februari, Gibran: Saya Nggak Mau Gegabah!

Rata-rata mereka yang terkena covid-19 varian omicron ini tidak bergejala, atau paling parah flu dan batuk ringan.

Namun, meski Omicron belum menunjukkan keganasannya, pemerintah mengantisipasi kemungkian terjadi lonjakan akibat penularan lokal.

Menkes Budi Gunadi menyebutkan bahwa secara nasional terdapat 400 ribu tempat tidur (bed) pasien, dan 120 ribu di antaranya didedikasikan untuk Covid-19.

Baca Juga: Ini Resep Es Kopi Susu Gula Aren, Dijamin Nggak Kalah dengan Coffee Shop

Angka itu membaik karena pada Juni-Juli lalu dengan lonjakan kasus yang membutuhkan 90 ribu bed saja, hampir semua rumah sakit rujukan sudah kalang kabut.

‘’Dari 120 ribu itu kini yang terpakai 2.400 sampai 2.500 bed. Jadi, untuk saat ini ketersediaannya cukup besar,’’ kata Budi Sadikin.

Masalah krusial lainnya adalah pasokan oksigen. Di tengah lonjakan varian pada Delta Juni-Agustus silam, kebutuhan oksigen melonjak dari 700 ton sehari menjadi 2.200 ton.

Baca Juga: 7 Manfaat Timun yang Harus Diketahui, tidak Hanya untuk Masker Wajah

Kementerian Kesehatan telah membagikan 16 ribu mesin konsentrator oksigen. Tinggal dicolok saja ke sambungan listrik, mesin seukuran kotak buah itu bisa memproduksi oksigen murni dari udara yang diisapnya. ‘’Dari 16.000 konsentrator itu bisa menghasilkan oksigen setara 800 ton sehari,’’ kata Budi Gunadi Sadikin.

Kemenkes juga mendatangkan generator oksigen, serupa dengan konsentrator oksiden tapi dalam ukuran yang jauh lebih besar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Indonesia.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X