BNPB: Terjadi 32 Bencana Hidrometeorologi Basah di Minggu Pertama November, 9 Korban Meninggal 295 Rumah Rusak

photo author
Ipiek Riyanto, TitikTemu.co
- Selasa, 9 November 2021 | 10:34 WIB
 Evakuasi Korban Banjir Bandang Kota Batu, Jawa Timur, Jumat (5/11) ( Foto: BPBD Kota Batu)
Evakuasi Korban Banjir Bandang Kota Batu, Jawa Timur, Jumat (5/11) ( Foto: BPBD Kota Batu)

TITIKTEMU.CO, Jakarta - Pekan pertama November 2021 beberapa wilayah Indonesia diterjang bencana hidrometeorologi basah. Tercatat 32 kejadian banjir dengan korban meninggal 9 jiwa dan hilang 2 jiwa dan 295 unit rumah rusak. 

Hal tersebut diketahui berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang disampaikan melalui keterangan tertulis dalam laman resminya, Senin (8/11).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi di seluruh Indonesia untuk mengantisipasi dampak banjir dan tanah longsor di bulan November ini.

Baca Juga: 4 Film Baru Tayang di Bioskop Minggu Ini, Dari Marvel Studios Hingga James Bond, Cuss….

Memasuki pekan kedua November 2021, BNPB berharap BPBD lebih meningkatkan upaya-upaya kesiapsiagaan.

Hal tersebut tidak terlepas dari hasil analisis dari kementerian dan lembaga terkait, seperti Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Badan Informasi Geospasial dan Badan Geologi.

Sebagai langkah antisipasi, BNPB melalui Deputi Bidang Pencegahan, Prasinta Dewi meminta BPBD untuk meningkatkan kegiatan sosialisasi, edukasi dan mitigasi terkait upaya pencegahan dengan menggunakan media elektronik  atau media sosial.

“Melakukan koordinasi dengan lembaga atau organisasi terkait (RAPI, Orari, Senkom, Forum PRB daerah) dalam penyebarluasan informasi peringatan dini banjir dan gerakan tanah secara berkala kepada masyarakat, khususnya di wilayah berisiko tinggi,” pesan Prasinta.

Baca Juga: 7 Pahlawan Perempuan Sebelum Kemerdekaan, dari Laksamana Malahayati Sampai Rasuna Said

BNPB meminta BPBD provinsi untuk meningkatkan koordinasi dengan dinas terkait dan aparatur kabupaten dan kota setempat.

Upaya ini tentu harus dibarengi dengan monitoring secara berkala untuk mendapatkan informasi peringatan dini cuaca dan potensi ancaman bencana melalui beberapa laman yang dikelola oleh BMKG, Lapan, BNPB atau pun Badan Geologi.

BNPB juga meminta BPBD menyiapkan dan menyosialisasikan lokasi evakuasi aman untuk penanganan warga terdampak.

“Apabila diperlukan, pemerintah daerah dapat menetapkan status darurat bencana dan membentuk pos komando penanganan darurat bencana serta mengaktivasi rencana kontinjensi menjadi rencana operasi,” tambah Prasinta.

Baca Juga: 4 Faktor Penyebab Kecelakaan di Jalan Tol Menurut Pakar UGM, dari Pengemudi hingga Cuaca

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: BNPB

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X