Antisipasi Tsunami, BMKG Luncurkan SIRITA

photo author
Ipiek Riyanto, TitikTemu.co
- Kamis, 7 Oktober 2021 | 08:24 WIB
Tampilan aplikasi SIRITA pada perangkat android  sebagai bagian peringatan dini tsunami (Pic. apkpure.com))
Tampilan aplikasi SIRITA pada perangkat android sebagai bagian peringatan dini tsunami (Pic. apkpure.com))

TITIKTEMU.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meluncurkan dua inovasi sekaligus guna menghadang potensi tsunami di Selatan Jawa yakni EWS Radio Broadcaster dan aplikasi SIRITA (Sirens for Rapid Information on Tsunami Alert) berbasis Android.

Peluncuran dua sistem informasi tersebut dilakukan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Senin (4/10/2021).

Dwikorita mengatakan bahwa peluncuran dua inovasi tersebut sebagai respon BMKG atas meningkatnya aktivitas kegempaan di Indonesia. 

Baca Juga: Waspada! Ada Situs Mirip PeduliLindungi. Jangan Sampai Salah Akses

Baca Juga: Aktor dan Seniman Teater Gunawan Maryanto Meninggal, Pernah Perankan Widji Tukul  

Berdasarkan data gempa bumi hasil pengamatan BMKG, selama perioda tahun 2008-2016 rata-rata 5000 hingga 6000 kali, 2017 meningkat menjadi 7169, selanjutnya mulai 2018 hingga 2019 melompat menjadi lebih dari 11500 kali dalam satu tahun.

Meskipun kemudian agak menurun menjadi 8258 kali di tahun 2020, namun jumlah ini masih di atas rata-rata kejadian gempabumi tahunan di Indonesia.

“Di era saat ini, saya yakin hampir semua orang telah memiliki ponsel pintar berbasis android. Paling tidak, dalam satu rumah tangga pasti ada yang memiliki ponsel pintar, bisa jadi bahkan lebih. Maka dari itu, aplikasi ini akan sangat bermanfaat sebagai bentuk peringatan dini evakuasi bagi masyarakat di pesisir pantai,” kata Dwikorita.

Baca Juga: Horeee! Bus Tingkat Werkudara dan Kereta Uap Jaladara Jalan Lagi, Gaes...

Dwikorita menjelaskan, EWS Radio Broadcaster merupakan moda diseminasi berbasis suara guna mengantisipasi kerusakan jaringan komunikasi selular pasca gempa merusak.

Sistem ini memanfaatkan jaringan komunikasi berbasis radio yang banyak digunakan oleh pegiat kebencanaan dan komunitas radio berbasis masyarakat, seperti RAPI dan ORARI sebagai hub untuk menyebarkan informasi secara cepat, akurat serta ramah terhadap kelompok masyarakat rentan yang memiliki keterbatasan menelaah pesan berbasis teks.

Sedangkan SIRITA adalah aplikasi sirine tsunami berbasis android yang dibuat untuk memudahkan pemerintah daerah menyampaikan perintah evakuasi kepada masyarakat sebagai bentuk peringatan dini.

Baca Juga: Remaja 17 Tahun Asal Bekasi Satrio Adi Nugroho Memecahkan Rekor Dunia Angkat Besi Di Jeddah

Dwikorita menyebut inovasi yang diprakarsai Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara ini, menjadi terobosan di tengah kendala akan banyaknya sirine tsunami yang mati akibat usia pakai.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X