TITIKTEMU.CO, JAKARTA – Pendaftar Kartu Prakerja Gelombang 22 sedang menantikan pengumuman lolos hasil seleksi.
Biasanya pengumuman 4-5 hari setelah penutupan. Jika skema tidak berubah, maka hasil seleksi diumumkan Minggu (31/10/2021) atau Senin (1/10/2021).
Pendaftaran Kartu Prakerja gelombang 22 ditutup Rabu (27/10/2021) lalu.
Baca Juga: BAZNAS Beri Bantuan Modal Kepada UMKM yang Terdampak Pandemi Covid 19
Head of Communications Manajemen Pelaksana Prakerja Kartu Prakerja, Louisa Tuhatu, menyebut Kartu Prakerja gelombang 22 adalah gelombang pemulihan di semester II tahun ini.
Manajemen memanfaatkan kepesertaan gelombang 18-21 yang dicabut. Bagi peserta yang sudah terdaftar akan tampil status 'sedang dievaluasi' atau 'sedang diproses' di dashboard akunnya.
Baca Juga: Penyaluran Bansos, Pemda Dan Bank Himbara Diminta Proaktif Laksanakan Arahan Risma
Seleksi ini akan dilakukan oleh sistem (mesin), tanpa campur tangan manusia. Proses seleksi pun tidak berdasarkan siapa yang mendaftar pertama.
Peserta seleksi kartu prakerja bisa melihat melalui dashboard akun masing-masing untuk mengetahui apakah lolos seleksi atau tidak.
Jika lolos tahap seleksi gelombang, peserta akan menerima notifikasi kelolosan melalui pesan singkat (SMS) dan email yang didaftarkan.
Baca Juga: Sembako IJTI Serbu Warga Terdampak Covid Yang Luput Dari Bansos
Meksi seleksi dilakukan tanpa campur tangan manusia, namun kesalahan yang tidak disadari bisa menyebabkan peserta gagal lolos.
“Mayoritas pendaftar yang tidak lolos seleksi disebabkan gagal dalam proses verifikasi,” kata Louisa.
Sistem akan menampilkan seluruh Nomor Induk Kependudukan (NIK) para pendaftar, lalu akan dicocokkan dengan data di Dukcapil dan daftar blacklist.
Artikel Terkait
Beredar Surat Edaran Penerima Bantuan Pesantren, Kemenag Pastikan Hoax
Arti Status Bantuan Subsidi Upah (BSU). Anda Termasuk yang Mana?
Ini Syarat Untuk Mendapatkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) Bagi Pekerja Dalam Penanganan Covid-19
Horee.., Bantuan PKH Oktober Cair, Begini Cara Cek dan Kualifikasinya
Bantuan Rp. 725 Juta dari Semen Indonesia untuk Prasarana Umum dan Pendidikan di Jawa Tengah