TITIKTEMU.CO, JAKARTA - Pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Ali Kalora yang pernah menggegerkan karena menyembelih banyak warga dengan sadis di Sulawesi Tengah dan setelah buron hampir setahun, hari ini ditembak mati oleh Tim Densus AT/88.
Ia ditembak bersama seorang anak buahnya yang bernama Ikrimah. Kepastian informasi ini, disampaikan Menko Polhukam, Mahfud MD dalam akun Twitternya @mohmahfudmd Sabtu malam.
Ketika warganet menanyakan bagian mana yang tertembak, Mahfud mengatakan bahwa pihaknya memiliki gambar atau foto, namun tidak bisa diunggah. “Ada gambarnya, tapi tidak perlu saya post di sini”, ujar Mahfud MD. Mahfud juga menyatakan nanti akan diperlihatkan buktinya (peristiwa ini) oleh aparat.
Dilaporkan, Satgas Mandigo Raya menembak dua orang anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Informasi ini dikabarkan oleh Danrem 132 Tadulako, Brigjen Farid Makhruf. Diduga, salah satu dari kedua orang tersebut, adalah DPO Ali Kalora.
Ali Kalora lahir di Desa Kalora, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Sulawesi Tengah pada 30 Mei 1981,. Ia diduga menjadi pimpinan tertinggi MIT menggantikan Santoso yang tewas tertembak Tim Satgas Tinombala pada pada tanggal 18 Juli 2016.***