Vaksin Merah Putih Akan Dijual Rp 71.000 Tahun 2022. DPR Berpesan Vaksin Untuk Rakyat Harus Tetap Gratis!

photo author
Dwi Soewanto, TitikTemu.co
- Jumat, 17 September 2021 | 13:21 WIB
Jajaran PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia (BPI) melakukan rapat dengan anggota Komisi VII DPR Merah Putih produksi PBI dan Unair (foto: laman RRI)
Jajaran PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia (BPI) melakukan rapat dengan anggota Komisi VII DPR Merah Putih produksi PBI dan Unair (foto: laman RRI)

TITIKTEMU.CO, Jakarta - Dirut PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia (BPI), FX Sudirman memastikan produksi Vaksin Merah Putih produksi PBI dan Unair, akan dijual di bawah US$ 5 atau sekitar Rp 71.000, dan dimulai produksinya pada semester kedua tahun 2022.

FX Sudirman menyampaikan itu dalam rapat dengan Komisi VII DPR RI membahas perkembangan Vaksin Merah Putih dan soal harga yang akan dibandrol.

"Mudah-mudahan kami bisa mengembangkan vaksin kemudian memproduksi dengan harga yang affordable ya, mudah-mudahan kurang dari US$ 5, produksi akan mulai dilakukan pada semester kedua tahun depan," ungkap FX Sudirman di Ruang Sidang Komisi VII, seperti dikutip TITIKTEMU.CO dari laman www.rri.co.id, Rabu (15/9/2021).

Baca Juga: Mau Piknik ke Jogja? Simak Aturan Ganjil Genap Destinasi Wisata Ini

FX Sudirman mengemukakan, dengan harga tersebut akan semakin banyak masyarakat penerima manfaat vaksinasi yang ditanggung oleh Pemerintah. Karena, harga tersebut bisa meminimalisir anggaran, dibandingkan belanja vaksin tahun 2021 yang dianggarkan mencapai Rp. 54,46 triliun.

Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR RI, Mercy Chriesty Barends, mendukung percepatan produksi Vaksin Merah Putih. Tetapi Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut mengingatkan, Vaksin Merah Putih jangan sampai menjadi berbayar dan harus tetap disubsidi oleh Pemerintah.

"Semangat di Komisi VII, vaksin impor maupun vaksin yang diproduksi anak bangsa, pendekatannya subsidi, jangan sampai tiba waktunya menjadi vaksin swadaya," kata Mercy Chriesty Barends.

Baca Juga: Khadijah, Perempuan Istimewa yang Menembus Batas Zamannya

Ditandaskan, vaksin dari luar saat ini merupakan subsidi murni dari pemerintah, alias gratis. Komisi VII tidak menginginkan jika tahun depan diproduksi massal akan berubah jadi vaksin swadaya, alias masyarakat disuruh bayar sendiri.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: www.rri.co.id

Tags

Rekomendasi

Terkini

X