Peringatan Serius untuk Pacitan dari BMKG: Waspadai Tsunami Setinggi 28 Meter!

photo author
Ipiek Riyanto, TitikTemu.co
- Minggu, 12 September 2021 | 23:31 WIB
Peta tsunami Indonesia. (BMKG)
Peta tsunami Indonesia. (BMKG)

Dwikorita skenario itu artinya masih bersifat potensi yang bisa saja terjadi atau bahkan tidak terjadi. Masyarakat dan pemerintah daerah harus siap dengan skenario terburuk.

Baca Juga: Awas!  Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 2 Kilometer

Menurut dia, jika masyarakat dan pemerintah, maka jumlah korban jiwa maupun kerugian materi dapat diminimalisasi.

“Dengan skenario terburuk ini, pemerintah daerah dan masyarakat bisa lebih maksimal mempersiapkan upaya mitigasi yang lebih komprehensif,” jelas Dwikorita.

Dwikorita menegaskan hingga saat ini tidak ada teknologi yang bisa memprediksi kapan terjadinya gempa dan tsunami secara tepat dan akurat.

Baca Juga: Merapi Erupsi, Hujan Abu Guyur Boyolali dan Magelang

Tidak ada juga satu pun negara di dunia yang bisa memperkirakan tanggal, jam, lokasi, dan magnitudo gempa terjadinya gempa dan tsunami.

“Prediksi gempa dan tsunami masih sebatas kajian. Salah satu dasarnya adalah  sejarah gempa di wilayah itu,” tambah Dwikorita.

Baca Juga: Merapi Erupsi, Hujan Abu Guyur Boyolali dan Magelang

Selanjutnya Kepala BMKG merekomendasikan Pemda untuk menyiapkan dan menambah jalur evakuasi, lengkap dengan rambu-rambu di zona merah menuju zona hijau.

Hal itu termasuk menyiapkan jalur untuk lansia dan kaum difabel. Sebab pertimbangannya adalah jarak lokasi tempat evakuasi, waktu datangnya gelombang, dan kelayakan jalur.

“Saya rasa perlu juga disiapkan semacam Tempat Evakuasi Sementara (TES) ataupun Tempat Evakuasi Akhir (TEA) untuk pengungsi dengan logistik yang cukup,” pungkasnya.***

 

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ganug Nugroho Adi

Tags

Rekomendasi

Terkini

X